Senin, 05 Oktober 2009

Tata Nano Jual Mobil Seharga Rp 24 Juta (US$ 2.500)

Tata Nano CarTata Nano memproduksi mobil seharga US$ 2500 atau sekitar Rp 24 juta karena pembuat Tata Nano merasa kasihan melihat banyak penduduk India yang tidak mampu beli mobil, akhirnya membawa istri dan anak-anaknya naik sepeda motor yang sangat tidak aman.



Balita duduk di depan, Bapak di belakangnya, kemudian anak-anak di tengah, setelah itu ibunya di belakang. Berapa banyak penduduk Indonesia yang tewas karena sepeda motornya kesrempet/tertabrak mobil.



mudik dengan motorKarena harga mobil yang ada tidak terjangkau, maka pembuat Tata Nano tersebut memutuskan untuk membuat mobil yang murah dan terjangkau oleh rakyat. Pembuat Tata Nano tetap bertekad membuat mobil tersebut meski didemo sehingga harus memindahkan pabriknya serta mendapat berbagai kritik yang menjatuhkan



Semoga para pembuat mobil di Indonesia berjiwa seperti itu.


sepedamotor korban

Dengan produksi 250 ribu/tahun, Tata Nano dipesan jutaan orang. Bayangkan jika keuntungan per mobil rp 5 juta, maka dengan dalam setahun saja keuntungannya Rp 1,25 trilyun.

Ratan Tata bersama produknya yang bikin heboh dunia


Rabu, 25/3/2009 | 09:12 WIB


KOMPAS.com — Tata akhirnya meluncurkan mobil kecil yang sangat menghebohkan dunia, yaitu Nano. Mobil kecil ini bikin heboh karena harganya paling murah di dunia saat ini. Di negara asalnya ditawarkan satu lakh (100.000 rupee). Kalau dikonversi ke rupiah sama dengan Rp 24 juta. Kalau dibelikan sepeda motor, dapat satu Honda Tiger atau dua unit motor bebek.


Tahun lalu, ketika Tata Motor memperkenalkan Nano, masih banyak orang yang ragu dengan harga itu. Termasuk para pelaku bisnis mobil di Indonesia. Namun, saat peluncuran Senin lalu— meski telah terjadi kenaikan harga baja, dan berbagai material lainnya— Ratan Tata mengatakan, “Saya harus menepati janji.”


Pemakai Motor. Mengapa Tata Motors bisa membuat mobil semurah itu? Apa saja yang diperoleh konsumen dari mobil seharga itu?


Nano adalah mobil dengan panjang 3,1 meter, menggunakan mesin 2 silinder, 624 cc dan mampu menghasilkan tenaga 33PS. Konsumsi bahan bakarnya 20 km/liter dan bisa membawa 4-5 penumpang. Kecepatan maksimum 105 km/jam. Ratan Tata sendiri, ketika berada di interior, kepalanya hampir menyentuh langit-langit.


Mobil ini tidak punya AC, booster rem, power steering, radio, dan kaca spion dalam. Penghapus kaca pun hanya satu. Interiornya sangat sederhana. Justru kesederhanaan itulah target Tata membuat Nano. Karena sangat sederhana, media Eropa mengomentari, “Kalau dipasarkan ke Eropa, mobil ini harus ganti kaca, lampu-lampu, ban, seatbelt, dan sebagainya.”


Tata Motors dengan bisnis utamanya adalah truk atau kendaraan komersial berusaha mengurangi penggunaan baja pada mobil ini. Agar bobot Nano lebih ringan, mesin dibuat dari alumunium.


Perusahaan ini dinilai berhasil mengeksploitasi para insinyur India menciptakan mobil sederhana dengan target konsumen khusus, yaitu mereka yang saat ini hanya bisa membeli sepeda motor.


Di India sendiri, seperti Indonesia, konsumen sepeda motor sangat tinggi. Tahun lalu, penjualan kendaraan bermotor roda dua di negara itu mencapai 7 juta unit. Sebagai pembanding, penjualan sepeda motor di Indonesia tahun lalu 6,2 juta unit.


Separuh Harga. Di India, Nano ditawarkan separuh dari kompetitor terdekatnya, yaitu Maruti, yang dibuat oleh Maruti Udyog. Meski dimensinya 8 persen lebih kecil dari Maruti, tetapi interiornya 21 persen lebih lega. Inilah yang membuat keluarga menengah ke bawah India yang selama ini mengandalkan sepeda motor juga menunggu kehadiran mobil ini.


Seperti dikatakan Ratan Tata, bos Tata Motors, ketika memperkenalkan mobil ini tahun lalu, ide melahirkan Nano ini muncul setelah hatinya tersentuh melihat banyak keluarga di India hanya mampu membeli skuter sebagai kendaraan keluarga. Bapak mengendarai skuter, anak berdiri di depan, dan istri duduk di belakang sembari mengendong bayinya.


“Muncul pertanyaan pada diri saya, bagaimana membuat kendaraan murah dan aman untuk keluarga tersebut,” kenang Ratan. Saat itu, terpikir olehnya menggabungkan dua skuter sekaligus untuk menciptakan kendaraan murah.


Sebagai industriawan dan pebisnis hebat, Ratan lantas minta kepada orang-orang muda India yang direkrutnya untuk membuat mobil murah, tetapi tetap memenuhi berbagai standar keamanan dan emisi gas buang. Lahirlah Nano.


Targetnya, konsumen kelas bawah dan yang pertama kali punya mobil. Meski sederhana, Nano dinilai lebih baik dan manusiawi dibandingkan sepeda motor. Mobil ini bisa ditumpangi 4 sampai 5 anggota keluarga dengan kondisi lebih aman dan tentu saja tidak mudah kehujananan, seperti motor.


Didemo. Tak mudah pula bagi Ratan Tata mewujudkan proyek ini. Selain muncul berbagai kritik, pabriknya juga didemo. Akhirnya, pabrik Nano dipindahkan dari Banglore Gujarat. Serangan tak kalah gencar—terutama menjelang peluncuran Nano—muncul cerita tentang krisis yang dialami perusahaan mobil Inggris yang dibelinya dari Ford tahun lalu, yaitu Jaguar dan Land Rover. Diceritakan, Jaguar sedang mengalami kesulitan keuangan.


Meski begitu, ada pula yang berpikir positif bahwa yang dilakukan oleh Tata Motors adalah inovasi dengan terobosan dahsyat. Malah ada yang menilai inovasi tiga dimensi dalam industri dan bisnis otomotif. Pasalnya, tidak hanya produk yang dinilai inovatif, juga sistem produksi dan distribusinya.


Revolusi Modular. Inovasi lain yang tidak banyak dilihat orang—kecuali produk—dan justru dianggap paling inovatif adalah desain modularnya. Nano dibentuk oleh komponen yang dapat dibuat dan dikirim secara terpisah untuk dirakit di berbagai lokasi. Karena itulah, Nano dijual dalam bentuk kit yang didistribusikan, dijual, dan pelayanannya langsung dilakukan oleh pengusaha lokal.


Ratan Tata, dalam suatu wawancara dengan The Time of London, mengatakan, “Sekelompok pengusaha dapat mengembangkan perakitan dan Tata akan melatih mereka, juga menjamin kualitas kerja mereka. Mereka akan menjadi satelit kami dalam operasional perakitan.”


Untuk itu, Tata Motors membuat komponen massal dan mengirimkannya ke dealer sebagai kits. Mereka yang akan menjadi agen akan diberi pelatihan, sedangkan mereka yang bertugas memberikan layanan purna jual dilengkapi dengan telepon genggam dan skuter untuk mencapai daerah pelosok.


30 Juta. Sejak diperkenalkan awal tahun lalu, website Tata telah dikunjungi  lebih dari 30 juta peminat Nano. Menurut Tata, juga telah tercipta 6.000 kelompok dan komunitas Nano. Sebuah gambaran bahwa begitu besarnya minat masyarakat pada mobil ini.


Peminat Nano tidak hanya dari India, tetapi banyak negara, terutama yang berkembang, seperti Timur Tengah dan Amerika Selatan. Dengan kemampuan produksi awal 250.000 unit/tahun, para peminat itu tampaknya harus menunggu lama. Kondisi ini dipastikan akan menimbulkan rasa kecewa bagi peminatnya. Ternyata tak mudah mendapatkan mobil murah!


Artikel Terkait:




http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Nano

http://tatanano.inservices.tatamotors.com/tatamotors


23 komentar:

  1. bagaimana mengenai pemakaian bahan bakarnya... apakah hampir sama borosnya dg kendaraan roda empat lainnya, ataukah hampir sama iritnya dg kendaraan roda dua?

    BalasHapus
  2. Di situ disebut konsumsi BBM sekitar 20 km/liter. Padahal umumnya mobil sekitar 10 km/liter. Jadi lebih irit.

    BalasHapus
  3. modelnya cukup bagus...elegan seperti kia visto

    BalasHapus
  4. Salut buat pabrikan India yang punya jiwa sosial, hingga memperhatikan daya beli masyarakatnya. Bagaimana pabrikan Nasional, kapan mau peduli sama penduduk Indonesia yang daya belinya gak jauh beda dengan India?

    BalasHapus
  5. mobil mini ini cocok juga buat keluarga yang pingen mudik kekampung untuk perjalanan jauh, yach dari pada pakai motor roda dua kurang nyaman.Mobil ini nyaman dimusim penghujan begitu...

    BalasHapus
  6. Sepeda motor selain kurang nyaman juga kurang aman bagi keluarga. Kesenggol sedikit saja bisa jatuh dan tergilas oleh mobil-mobil didekatnya.

    Mudah-mudahan pemerintah bersedia membantu pendanaan pabrik mobil mini yang sebetulnya sangat menguntungkan. Jika dana rp 1 trilyun, kemudian dibuat 50 ribu mobil dengan keuntungan @ rp 5 juta, maka didapat keuntungan sebesar Rp 250 milyar. Nanti dana ini bisa diputar membuat mobil berikutnya sehingga jika setahun produksinya 200 ribu mobil, didapat keuntungan bersih Rp 1 trilyun/tahun.

    Artinya pemerintah hanya sekedar meminjamkan uang Rp 1 trilyun saja yang bisa kembali berikut bunganya dalam waktu kurang dari 2 tahun.

    BalasHapus
  7. Waduh mantap bgt aku pengen beli ah nanti

    BalasHapus
  8. kapan mobil tata bisa masuk pasar indonesia?

    BalasHapus
  9. wah, pertanyaan ku sama dengan oca, kapan tata nano masuk indonesia?? mohon ditanggapi ya.tq best regards

    BalasHapus
  10. MIMPI KALO TATA MASUK INDONESIA. PEMERINTAH KITA SUDAH DIJERAT JEPANG JADI TIDAK MUNGKIN TATA AKAN MASUK. INI TERJADI SEJAK TH 1974.... INGAT PERISTIWA MALARI? PENGIN MOBIL MURAH?......MIMPI AJA KALIAN!

    BalasHapus
  11. Pertanyaan penting:
    - Kapan mau dijual di Jabodetabek?
    - Mana distributornya
    - Bengkel yang support sudah siap belum?
    - Vendor leasing (jangan tinggi2 bunganya) ini mobil rakyat jelata.
    - Kalau sudah siap hubungi saya, very interested.

    Atur nuhun.

    BalasHapus
  12. yah masih aja gak bakal kebeli, masih mahal,motor aja gw hanya bisa beli yang seken itupun merk yang gak terkenal?...pajaknya telat lagi....nasib..nasib..

    BalasHapus
  13. kok tata nano ga ada kaca spion radio rem boostem

    BalasHapus
  14. aku kepala rumah tangga kecil dengan satu anak (3 tahun) yg bahagia, saat ini utk setiap bepergian aku harus pake motor, karena seringnya anak dan istri aku ajak bepergian naik motor (di rumah hanya kami bertiga) maka anaku sering sekali sakit, masuk angin, pilek, batuk dan hal hal yang berhubungan dengan pernafasan. aku pikir ini karena anaku sering kena angin dan debu saat naik motor, kadang terbanyang bagaimana caranya bisa membeli sebuah mobil? walaupun mobil tua tak apa lah. namun kalo dihitung dari penghasilanku bisa beli motor kredit saja sudah merupakan mujijat, setelah dengar kabar ada mobil Tata Nano, harapanku timbul lagi, kapan bisa dijual di Indonesia?

    BalasHapus
  15. Why would anybody buy a car from Tata Motors?

    BalasHapus
  16. Pak Ratan Tata anda adalah pebisnis yang berjiwa mulia mamandang Bangsamu India banyak kecelakaan akibat transportasi sepeda motor yang tidak aman dan nyaman anda tergerak untuk melakukan baktimu dan juga Indonesia juga ketularan jasamu karena tahun ini rencananya akan masuk juga ke Indonesia terima kasih Pak Ratan Tata

    BalasHapus
  17. Bagaimana dengan tingkatan safety nya apakah cukup aman bila dikendarai di Indonesia ?

    BalasHapus
  18. @ari sadt : syukuri aja hidup ini pak... anak gembel minta'' di jalan aja umurnya masih 4 thn,setiap hari juga kena debu,,jarang sakit tuh..setiap hari jadwalnya cuma di jalan...

    BalasHapus
  19. tata motor indonesia,...ok.

    BalasHapus
  20. MAKIN MACET LAH INDONESIA INI...HARGA MURAH SEMUANYA...MATI AJA SEMUA DI AIR-AIR

    BalasHapus
  21. tolol bin bodoh yg mau beli mobil ini...dah jelas-jelas kecil...resiko mengancam....."mobilnya pun seperti bemo....bagus naik bemo aja...atau naik becak g macet,,,,makin kacau aja negar ini......semua produck2 murah masuk ke indonesia,,,tolol...

    BalasHapus
  22. [...] adalah mobil baru yang 70% lebih murah daripada mobil termurah di dunia: Tata Nano. Anda bisa melihat foto-fotonya di [...]

    BalasHapus