Senin, 31 Agustus 2015

Demo Buruh Tuntut Naikkan UMR?


Kalau turunkan harga barang saya setuju.
Kalau naikkan upah/gaji jadi 22%, saya tidak setuju. Sebab tak semua perusahaan menaikkan gaji karyawan dan harga2 barang pasti naik.

Bukannya tidak suka gaji naik. Suka sekali. Cuma meski UMR dinaikkan 100% pun, belum tentu semua perusahaan menaikkan gaji karyawannya. Banyak karyawan yang gajinya naik 0%. Tidak naik sama sekali. Meski UMR Rp 2,7 juta/bulan, banyak karyawan2 di Mal gajinya di bawah Rp 1,5 juta/bulan

Jadi tuntutan kenaikan upah itu cuma bikin susah rakyat. Malah bikin harga2 barang naik. Hanya menguntungkan segelintir karyawan2 di perusahaan2 besar yang bonafid.

Mending minta turunkan harga saja deh. Meski UMR tidak naik, tapi kalau harga2 barang turun separuhnya, kan enak. Semua merasakan. Meski gaji tidak naik, tapi daya beli meningkat 2 kali lipat. Aturan cuma bisa beli 100 kg beras jadi bisa beli 200 kg beras, dsb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar