Jumat, 20 Maret 2015

Gaji dan Tunjangan PNS Rp 117 Juta Lebih per Bulan!


Kalau Gaji PNS dan tunjangannya sedemikian besar seperti ini sehingga lebih dari Rp 117 juta/bulan, nyesek juga saya sebagai rakyat yang harus membayar pajak (PPN, PPH, PBB, dsb) guna membayar gaji mereka.
Saya harus cape berlari-lari mengejar bis guna pergi dan pulang kantor, mereka enak saja menikmati rumah dan mobil mewah dari hasil keringat saya... :)

Mbok gaji dan tunjangan itu yang wajar-wajar saja. Sehingga tersisa dana guna mensejahterakan rakyat dan tidak terlalu memeras rakyat.

Kamis, 19 Maret 2015

Video Ahok Ngomong *ai Live di Kompas TV


Video Ahok Ngomong *ai Live di Kompas TV 
Berkali2 Ahok ngomong *ai *ai di Kompas TV yang disiarkan secara langsung. Presenternya berusaha menghentikan ucapan Ahok yang tidak sopan begitu dengan mengucapkan: "Bapak Gubernur yang terhormat, kita sedang live (siaran langsung) di TV." Khawatirnya pemirsanya tidak nyaman mendengar kata-kata yang kotor seperti itu. Tapi Ahok kembali mengulangi ucapan *ai beberapa kali sambil menjelaskan *ai itu kotoran manusia.
Mungkin inilah akibat "pemimpin" karbitan dari hutan. Cuma mengandalkan pencitraan lewat Media dan "Relawan" di Social Media. Sementara karakternya belum matang. Prestasinya juga masih minim. Kemampuan berkomunikasi kurang baik. Tidak mampu mengendalikan emosi.
Seorang pemimpin harusnya bisa jadi contoh bagi rakyatnya. Bukan cuma perbuatannya yang baik. Kata-katanya juga harus baik. Harus sopan. Harus santun. Apa pun kondisinya.

Rabu, 18 Maret 2015

Cara Menulis Arab di MS Word

Cara Menulis Arab di MS Word

Di MS Word, jika kita ketik FDFA kemudian Alt+x
Hasilnya: ﷺ

fdf2 + Alt+x  Hasilnya: ﷲ

FDF4 +Alt+x Hasilnya: ﷴ

FDF3 +Alt+x Hasilnya:  ﷳ


Ribuan Traktor yang Dipamerkan di Depan Petani Ponorogo Ditarik Kembali


Ribuan Traktor yang Dipamerkan di Depan Petani Ponorogo Ditarik Kembali
Kejadian ini lucu juga. Ribuan traktor dipamerkan di depan para petani Ponorogo, Para petani di Ponorogo sudah senyum gembira melihat ribuan traktor yang dipamerkan tsb.
Ternyata setelah dipamerkan, traktor tsb ditarik kembali sehingga jadi pembicaraan di masyarakat.
Penjelasan para pejabat pun berbeda2. Jokowi menyatakan bahwa dari 1300 traktor yang dipamerkan, cuma 3-5 traktor yang dibagikan kepada petani di desa tsb. Sisanya dibagikan ke 5 kabupaten lainnya.
Tapi menurut masyarakat ditarik semua. Tak ada satu pun yang disisakan. Jika mau membagikan 1300 traktor ke 5 kabupaten, harusnya Jokowi memberi ke 1300 traktor itu ke Gubernur sebagai wakilnya di depan para petani. Kalau niatnya cuma ngasih 5 traktor, tapi yang dipamerkan 1300 traktor, itu kan kebangetan namanya. Memberi harapan palsu.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Harmanto traktor yang dipamerkan di Ponorogo ditarik lagi karena kegiatan itu hanya seremoni. Bukan tidak dibagikan. Tapi belum, katanya.
Kalau belum dibagikan, ya jangan dibagikan dong. Tunggu saja hingga dibagikan.
Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, traktor akan dibagikan bulan depan. Bukan saat itu.
Kenapa ya harus dibagi2kan saat itu jika memang belum saatnya?
Cuma lucu saja membaca peristiwa ini... :)

Senin, 16 Maret 2015

Presiden Jokowi Tidak Tahu Harga Beras?


Begini saja ribut.
Memang Bu Jokowi sudah tidak belanja beras lagi di pasar?
Atau sudah tidak ada lagi bawahannya yang belanja di pasar?
Apa semua sudah pada gratis sehingga tidak tahu lagi harga beras di pasar?
Harga beras yang 4 bulan lalu cuma Rp 8000/kg sekarang sudah Rp 12.000/kg. Setahu saya harga beras hingga kini masih naik.

Harusnya pemerintah memberdayakan petani. Buat program percetakan sawah / transmigrasi mengingat banyak lahan sawah di Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, dsb sudah berubah jadi pabrik / perumahan. Buat reformasi tanah / agraria.

Minggu, 15 Maret 2015

Bis Umum 9 Jam Sekali?


Bis Umum 9 Jam sekali?
Harusnya Bis Kota itu untuk tiap jurusan ada minimal tiap 30 menit sekali. Nah di Bis APTB Sentul-Blok M yang dikelola Sinar Jaya ini baru ada 9 jam sekali. Artinya jika anda luput Bis yang jam 7 pagi, anda baru bisa naik Bis yang jam 4 sore.
Kira2 buat pergi ke kantor cocok tidak?
Awalnya sih tiap hari ada 6 kali pulang pergi. Sekarang tinggal 2x saja.

Ini tak lepas dari harga BBM yang amat mahal yang sekarang Rp 6800/liter. Jadi sekali jalan dengan kemacetan yg cukup parah, paling tidak perlu 15 liter bensin atau sekitar Rp 100.000 sekali jalan. Minimal mereka harus dapat 20 penumpang agar tidak rugi.

Selasa, 03 Maret 2015

Tempo: Prabowo Presiden Dollar Rp 13.000, Jokowi Presiden Dollar Rp 10.000



Lucu juga berita dari Tempo Juli 2014. Jika Prabowo jadi Presiden, Dollar bisa tembus Rp 13.000. Jika Jokowi jadi Presiden, Dollar akan melemah hingga Rp 10.0000. Sekarang terbukti ini pembodohan massal yang sukses oleh Tempo....

Sekarang Jokowi jadi presiden. Dollar kok tembus jadi Rp 13.000? Ini Jokowi apa Prabowo yang jadi Presiden? Pakai acara kambing hitam lagi... :)

Prabowo Menang, Rupiah Berpotensi Tembus 13 Ribu 

TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS diperkirakan menembus 13 ribu bila pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terpilih menjadi presiden-wakil presiden

Rabu, 11 Februari 2015

Warga Jakarta Mati Kesetrum Listrik: Bertanggung-jawabkah Ahok?


Banyak Warga Jakarta Mati Kesetrum Listrik: Bertanggung-jawabkah Ahok?
Prosedur Banjir di AS, Inggris, dan Kanada: Matikan Listrik!
Ahok marah2 saat PLN mematikan listrik ke wilayah yang terkena banjir. Apakah harus banjir dan jatuh korban dulu baru PLN mematikan aliran listrik tsb?
Kalau cuma mau menyalakan pompa air sih harusnya Ahok cukup membeli genset. Tidak perlu pakai listrik PLN yang bisa menyalakan listrik hingga 1 kelurahan.
Ini Ahok mau tanggung jawab tidak?
Listrik untuk pompa air itu voltase 220 volt dan watt paling 10.000 watt. Bisa pakai genset yg kekuatannya sekedar untuk pompa. Jadi lebih aman. Kalau pakai aliran listrik dari PLN yg dari gardu Induknya 20.000 volt dan 2 juta watt, kalau kena air banjir, rakyat sekampung bisa mati kesetrum. Ahok tidak mikir. http://electric-mechanic.blogspot.com/2013/09/urutan-daya-listrik-di-indonesia_30.html

Petualangan Tintin di Jakarta


Petualangan Tintin di Jakarta. Tintin bersama Kapten Haddock, Piotr Skut, dan Snowy terjebak banjir di Jakarta. Aslinya sih itu di laut Merah.

Prosedur Banjir di AS: Matikan Listrik!


Prosedur Banjir di AS, Inggris, dan Kanada: Matikan Listrik!
Pendukung Ahok berusaha membela Ahok dengan menyatakan tidak apa2 kalau listrik dinyalakan saat banjir. Jadi PLN menyalakan saja terus aliran listriknya.
Kalau sudah begini, suruh saja Ahok dan pendukungnya berendam di air banjir kemudian PLN mengalirkan listrik ke situ... :)
Ini Ahok mau tanggung jawab tidak?
[VIDEO] Korban Banjir Kedoya Tewas Tersengat Listrik