Selasa, 01 Januari 2013

Pantas Katulampa Tak Bisa Cegah Banjir di Jakarta

[caption id="attachment_1728" align="aligncenter" width="610"]Bendungan Katulampa yang Dangkal Bendungan Katulampa yang Dangkal[/caption]

Setiap musim hujan/musim banjir tiba, warga DKI Jakarta berharap-harap cemas menyaksikan perkembangan status tinggi air di Bendungan Katulampa. Jika mencapai batas siaga/bahaya, maka pintu air pun dibuka sehingga membuat Jakarta, khususnya di daerah aliran sungai Kali Ciliwung seperti di Kalibata, Cawang, Kampung Melayu, dsb jadi banjir.


Saya pikir Bendungan Katulampa itu begtu besar. Tapi ternyata kecil saja. Paling kurang dari 0,5 hektar. Kalau dihitung dengan sungai Ciliwung hingga ke jalan tol Jagorawi sekitar 450 meter panjangnya dengan lebar rata2 30 meter. Dan memang sebetulnya Bendungan Katulampa berfungsi untuk mengalirkan air sungai Ciliwung ke lahan persawahan seluas 5000 hektar di sepanjang kiri kanan bendungan. Karena persawahan habis, di Bogor tinggal kurang dari 100 hektar sementara di Jakarta tidak ada sama sekali, maka air tidak terserap dan jadi banjir.





[caption id="attachment_1729" align="aligncenter" width="610"]Bendungan Katulampa yang Dangkal Bendungan Katulampa yang Dangkal[/caption]

Alhamdulillah saya dibawa adik ipar melihat Bendungan Katulampa tanggal 31 Desember kemarin. Ternyata meski Jakarta banjir, di bendungan Katulampa separuh dari bendungan dasarnya terlihat jelas. Di foto anda bisa melihat beberapa orang berjalan di "atas" danau Katulampa. Sementara jarak antara garis biru dengan garis merah (tanda bahaya) hanya 2 meter saja. Bagaimana bendungan Katulampa bisa mencegah banjir?




[caption id="attachment_1730" align="aligncenter" width="610"]Kali CIliwung setelah Bendungan Katulampa Kali CIliwung setelah Bendungan Katulampa[/caption]

Kalau serius, harusnya sih sungai dan bendungan Katulampa itu "dinormalisasi dulu". Coba dikeruk hingga 10 meter dalamnya. Jadi kapasitas airnya bisa 10x lipat. Dengan cara begini, mudah2an banjir karena kiriman air dari Bendungan Katulampa bisa dihindarkan.


Coba perhatikan foto-foto dan video Bendungan Katulampa yang saya buat. Sebetulnya solusinya mudah dan sederhana jika niatnya benar.




[caption id="attachment_1732" align="aligncenter" width="610"]Peta Bendungan Katulampa Peta Bendungan Katulampa[/caption]

Dari peta di atas kelihatan sekali pendangkalan aliran sungai Ciliwung dan Bendungan Katulampa. Kalau ada gerak cepat mengeruknya, dalam 2 bulan juga aliran Sungai dan Bendungan Katulampa bisa diperdalam sehingga daya tampung airnya bisa berlipat ganda. Jakarta pun bisa bebas banjir dari Katulampa.


Video Bendungan Katulampa, Bogor:


[youtube http://www.youtube.com/watch?v=XlNLCD3bwUA?rel=0&w=500&h=281]


Harusnya sih energi aliran air Bendungan Katulampa dijadikan PLTA yang bisa menghasilkan listrik bagi kampung2 di sekitarnya.


Ini Kali Ciliwung yang begitu dangkal. Harusnya dikeruk dengan kapal keruk agar dalam:


Kali Ciliwung setelah pintu Air Manggarai di jalan Matraman-Proklamasi dasar sungainya terlihat


http://id.wikipedia.org/wiki/Bendung_Katulampa

6 komentar:

  1. apa sudah yakin bendung katulampa dibuat untuk mencegah banjir jakarta? bukan sbg tolok ukur warning jakarta untuk waspada akan adanya debit air yg besar yang akan sampai ke jakarta

    BalasHapus
  2. great post, saya baru lihat kondisi bendungan katulampa kalo airnya lagi cetek. biasanya yang saya liat tuh airnya udah penuh :D

    Toko Bunga Online

    BalasHapus
  3. Kalau cuma buat tolak ukur warning Jakarta sih kemahalan. Sebab di situ ada gedung kantor khusus berikut pegawai2 yg harus digaji.
    Harusnya bisa lebih dari itu.
    Jika area bendung Katulampa dan sungai di hulunya sepanjang 500 meter dgn lebar 30 meter diperdalam hingga 5 meter, itu bisa menampung air sebanyak 75 ribu m3. Ini bisa menyerap banjir di jalan setinggi 0,5 meter dgn lebar 30 meter sejauh 5000 meter (5 km). Lumayan kan?
    Jika sungai2 dan situ2 dinormalisasi, insya Allah hujan dikit tidak langsung banjir seperti sekarang ini.

    BalasHapus
  4. mulai sekarang jagalah kebersihan lingkungan

    BalasHapus
  5. BANDOK E.P (Drainage Engineering)18 Februari 2013 pukul 03.21

    Sebenarnya DKI keluarkan duwit optimalkan katulampa 1 Triliun kan APBD Lumayan besar, airnya lumayan buat cadangan PDAM DKI.... kalau pemda bogor sih tidak begitu berkepentingan mau banjir atau tidak yang penting daerahnya aman, kalau ini terwujud minimal 60 % volume air bisa dimanage, sedang 40 % tinggal perbaiki drainage kota lewat kontur ketinggian supaya air mengalir bro...

    BalasHapus
  6. Weleh...
    Ternyata susah juga. Ini baru bendungan Katulampa, belum lagi kalinya...
    Kalau menilik sejarahnya bendungan dan kali yang ada di Jakarta sudah barang tentu yang ahli orang Jakarta, karena mulai lahir sudah bergumul dengan air banjir.
    Tapi siapa tahu orang luar Jakarta bisa menjinakkan air banjir, siapa tahu...?
    Betul bro... yang penting niatnya... Setuju sekali...

    BalasHapus