Tampilkan postingan dengan label Kejahatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kejahatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

Perkosaan di Monas: Harusnya ada CCTV di Tempat2 Umum


Terjadi perkosaan di Monas. Meski menurut Kepala Satpol PP DKI Jakarta ada 75 petugas yang menjaga Monas, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa karena luasnya Monas.
Di tempat-tempat umum lainnya seperti Terminal Bis, bahkan Bandara Udara Soekarno Hatta juga begitu. Kejahatan seperti copet berkeliaran. Ini karena tidak ada CCTV yang merekam kejahatan tsb. DI Bandara Soetta pernah dipasang, tapi saat rusak, tidak diperbaiki lagi. Seolah2 memang sengaja dibiarkan agar kejahatan bisa berjalan terus.
Yang lucu pengelola Monas dan Walikota Jakarta Pusat saling lempar tanggung-jawab. Direktur Unit Pelayanan Teknis Monas Rini Hariyani menyatakan keamanan pengunjung Monas bukan tanggung jawabnya terkait pemerkosaan remaja berumur 16 tahun di kawasan Monas pada Senin 30 September 2013 lalu. Itu tanggung-jawab Walikota Jakarta Pusat," ujar Rini saat dihubungi wartawan, Jumat (4/10/2013).


5 Pelajar Siram 13 Penumpang Bis dengan Air Keras

Foto Ilustrasi Tawuran

Kalau sudah menyiram 13 orang dengan air keras yang mengakibatkan cacat seumur hidup, harusnya 5 pelajar tersebut sudah dikenakan hukuman sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya. Toh dia sudah aqil baligh. Sudah dewasa.
Jangan sampai mentang-mentang masih pelajar, bebas melakukan kejahatan seperti menyiram dengan air keras dan membunuh.

Selasa, 11 Desember 2012

Banyaknya Copet di Bis 45 Blok M - Cililitan

Barusan istri tanya kok celana belakang kantongnya kainnya sampai terbuka keluar? Apa ada mengambil sesuatu?
Padahal saya tak mengambil apa2 karena memang kosong.


Rupanya di Bis no 45 (Blok M - Cililitan) saat turun di Cawang Bawah ada copet. Ada 2 bapak2 yg tetap berdiri tidak turun dari bis tapi agak menghalangi jalan. Alhamdulillah tak ada yg hilang karena kantongnya kosong.


Jumat, 20 April 2012

Mafia Tambang Di Kalsel Membunuh dan Menggusur Tanah Rakyat?


Lili Dewi dari Banjarmasin bersedih karena selama 7 tahun, kasus pembunuhan terhadap suaminya belum diselesaikan aparat secara adil. Pembunuhnya hanya dihukum 4 bulan. Sementara orang yang menyuruh si pembunuh justru bebas tidak terhukum.

Kepada siapa dia harus mengadu?

Inilah berbagai kumpulan beritanya. Meski sudah dimuat di berbagai media massa, namun kasus ini belum tuntas jua.



Tempo, 23 MEI 2011


Mengejar Dalang dengan Testimoni


Mata Lilik Dwi Purwaningsih berkaca-kaca. Kamis pekan lalu itu, perempuan 50 tahun ini baru berobat di Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin. Hari itu Lilik, yang sehari-harinya tinggal di Tanah Bumbu, sekitar 300 kilometer dari Banjarmasin, datang ke Ulin untuk memeriksakan penyakit radang empedu yang sudah dua tahun terakhir diidapnya.


Kamis, 27 Oktober 2011

Pemerasan dan Pemukulan oleh Siswa Kelas 3 di SMAN 70 Jakarta Selatan

Segerombolan Siswa Kelas 3 di SMA 70 terbukti menteror dan memeras juniornya di kelas 1. Bahkan ada yang sampai dirawat di RS. Sementara mantan pengurus Komite Sekolah SMA 70 yang enggan disebutkan namanya mengatakan, "Kelas 1 diminta mengumpulkan uang Rp 1 juta, per kelas per minggu. Bagi yang tidak mengumpulkan akan dipukulin. Yang dipukulin itu terutama pengumpul uang kelas 1," jelasnya.


Jika masih SMA saja sudah bisa jadi Preman/Mafia yang memalak juniornya Rp 1 juta/minggu, bagaimana kalau jadi pejabat? Harusnya siswa penjahat tersebut dikeluarkan saja dari sekolah.


Anehnya Kepala Sekolah kok diam saja? Padahal dengan memasang CCTV dan menerima laporan dari orang tua murid dan murid yang diperas/dipukul, mereka bisa mengeluarkan murid yang melakukan kekerasan.


Jumat, 16 September 2011

Kejahatan Perkosaan dan Pembunuhan oleh Supir Angkot

Sekarang begitu mudah para penjahat menjadi sopir angkutan umum entah itu jadi supir taxi atau pun supir angkot.


Mereka bukan cuma memeras dan merampok penumpangnya. Tapi juga memperkosa dan membunuh penumpangnya.


Sepertinya Pemerintah dan juga operator angkutan umum tidak melakukan seleksi terhadap para sopir sehingga para penjahat bebas jadi supir. Sanksi dan hukuman pun tidak tegas sehingga kejahatan terjadi berulang-kali.


Kamis, 28 April 2011

10 Pria Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Seorang Wanita di KRL Jabotabek

‎10 Pria melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita di KRL Jabotabek tanpa ada yang menghalangi. Jawaban PT KAI sederhana sekali:
PT KAI Minta Perempuan Tidak Takut Teriak Hadapi Pelecehan Seksual.


Lantas di mana petugas Keamanan Kereta Api?


Di mana Polisi?


Kok bisa kejadian tersebut terjadi tanpa ada petugas KA yang mengetahui?


Setiap rangkaian KA Jabotabek terdiri dari 6 gerbong di mana setiap gerbong yang padat bisa membuat 200 penumpang. Artinya ada 1.200 penumpang. Harusnya PT KA minimal menyediakan 10 petugas keamanan yang berjaga di setiap gerbong. Kalau petugas ini tidak bisa melihat pelecehan seksual, jelas dia pasti merem.


Jumat, 01 April 2011

Nasabah Citibank Mati Dibunuh Debt Collector

Citibank Debt Collector

Nasabah CITIBANK TEWAS dihajar Debt Collector:
http://bisnis.vivanews.com/news/read/212608-bi--bank-harus-jalankan-prinsip-kehati-hatian


Harusnya Direktur dan Komisaris Bank turut dipenjara karena merekalah yang membayar para pembunuh tsb. Media Massa harus mengumumkan nama Bank tsb agar para nasabah Bank tidak memakai jasa Bank tsb. Karena tak semua kredit macet itu terjadi akibat nasabah nakal. Bisa saja karena usahanya bangkrut, dsb.


Membengkaknya tagihan dari pinjaman awal Rp 48 juta jadi Rp 100 juta, menunjukkan riba/bunga yang diambil terlampau mencekik leher. Lebih besar rente-nya daripada pinjamannya. Siapa pun juga malas membayar bunga sebesar itu!


Minggu, 17 Oktober 2010

Penculikan Anak oleh Sindikat untuk Dijadikan Pengamen dan Pengemis

Di berbagai jalan di kota-kota Indonesia banyak kita dapati anak-anak yang mengamen atau mengemis. Ternyata tidak saja merupakan anak pengamen atau pengemis. Namun banyak juga anak-anak yang diculik dari orang tuanya oleh sindikat penculik untuk dijadikan pengamen atau pengemis. Di bawah adalah beritanya.


Untuk mengatasi hal ini, pemerintah baik polisi, satpol pp (pamong praja), dan sebagainya harusnya mengumpulkan (dengan cara yang baik dan persuasif) para pengamen dan pengemis anak-anak untuk ditampung di Panti Asuhan Negara. Sehingga para orang tua yang kehilangan anaknya bisa mencari anaknya di sana.


Senin, 04 Januari 2010

Kejahatan Internet Terhadap Anak dan Orang Dewasa yang Sering Terjadi

Saat ini banyak anak-anak yang menggemari jejaring sosial dari internet. Mulai dari chatting dari IRQ, ICQ, Yahoo Messenger, hingga Friendster, Facebook, dan sebagainya. Dengan jejaring sosial  itu mereka tidak hanya bisa berkomunikasi dengan teman-teman mereka, tapi juga mencari teman-teman baru dari internet.


Nah sayangnya, jika di dunia nyata seorang anak bisa melihat langsung penampilan orang-orang yang akan jadi teman mereka, di internet tidak begitu. Meski ada fasilitas video conference sehingga kita bisa bertatap langsung atau juga dengan suara, namun kebanyakan hanya berkomunikasi via tulisan/teks saja. Akibatnya mereka tidak mengetahui apakah calon teman mereka itu seusia mereka, sangar atau tidak, bahkan jenis kelamin pun belum tentu tahu karena hal itu bisa dipalsukan.


Minggu, 22 November 2009

Kejahatan di Angkutan Umum (Mikrolet, Bis, KA, dan Metromini)

Kejahatan di Angkutan Umum sering terjadi. Kalau di biskota dan kereta api Jabotabek yang sering terjadi adalah pencopetan oleh kawanan pencopet (bisa berjumlah 9 orang), maka pada angkutan kecil seperti Mikrolet adalah penodongan. Korbannya terutama wanita dan ibu-ibu.


Sebagai contoh di Mikrolet M18 (Pondok Gede-Kampung Melayu) terjadi peristiwa penodongan seorang ibu oleh 2 orang penodong menggunakan pisau cutter. Pada mikrolet lain seperti M16 (Kp Melayu-Pasar Minggu), M44, dsb penodongan juga kerap terjadi.


Selasa, 10 November 2009

Penangkapan Pimpinan KPK Antasari: Rekayasa Polisi dan Jaksa?

williardiMantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Williardi Wizard menyatakan kasus Antasari Azhar, mantan Ketua KPK sebagai tersangka pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, merupakan rekayasa. Ini dilakukan agar Antasari meski tidak membunuh Nasrudin, namun dengan kesaksian palsu akhirnya divonis sebagai pembunuh di pengadilan dan dihukum.



"Pada jam 12.00 WIB (pemeriksaan dirinya di Polda Metro Jaya), didatangi Direskrim dan Wadireskrim Polda Metro Jaya serta kasat-kasat (Kepala Satuan, red) menyatakan sasaran kita hanya Antasari Azhar," katanya saat menjadi saksi dalam persidangan Antasari Azhar, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa.


Jumat, 28 November 2008

Diganggu Preman? Kontak Daftar Nomor Telpon Polisi Berikut Ini


Selain nomor di bawah, anda bisa kontak:

Telpon: 112

SMS: 1120

Diganggu Preman? Kontak Nomor Berikut Ini


persda network/bian harnansa


Kompas, Jakarta, Selasa, 4 November 2008 — Tidak nyaman karena banyak gangguan keamanan di sekitar lingkungan Anda, seperti banyaknya aksi pemalakan, premanisme, pungli, dan lainnya? Berikut ini nomor telepon yang bisa Anda hubungi.



Polda DIY 08123876159


Poltabes Semarang 08127107771


Poltabes Surabaya 0811611980


Senin, 28 Juli 2008

Download File Presentasi Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila Gratis

IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan


Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000



11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan


FAO, MS Encarta 2006



Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.


Kamis, 17 Juli 2008

Skandal Seks Pejabat - Memakai Uang Rakyat untuk Maksiat?

[caption id="attachment_155" align="alignleft" width="226" caption="Max Moein dengan seorang perempuan"]Max Moein dengan seorang perempuan[/caption]

Beberapa pejabat tertangkap basah selingkuh di antaranya dengan pelacur. Padahal upah pelacur kelas atas Rp 5-7 juta sekali main. Jadi jika pejabat tersebut main seminggu sekali akan habis Rp 28 juta lebih per bulan hanya untuk maksiat. Padahal gajinya hanya Rp 30 juta per bulan (belum dipotong buat partai).



Oleh karena itu pejabat yang selingkuh bukannya memakai uangnya untuk memakmurkan rakyat justru memakainya untuk maksiat. Karena biaya zinah cukup besar, dia juga bisa melakukan korupsi untuk itu. Di antaranya ada yang dituduh korupsi menerima uang suap.


Rabu, 28 Mei 2008

LIPI: Kenaikan BBM Picu Kriminalitas

Laporan wartawan Persda Network Hasanuddin Aco


Kompas.com, 28-5-2008 - Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) memperkirakan angka kriminalitas akan meningkat sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).



"Kenaikan harga BBM hampir pasti akan menyebabkan semakin sempitnya lapangan kerja baru akibatkan pengangguran bertambah, dan yang jelas akan memicu angka kriminalitas," kata Peneliti P2E LIPI Dr Wijaya Adi di Jakarta, Rabu (28/5).