Tampilkan postingan dengan label Penjajahan Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penjajahan Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Perusahaan Asing Bohong Soal Produksi Tambang

Asing bisa bohong soal produksi minyak.
Contoh Menkeu Agus Martowardoyo dapat laporan ekspor tambang Indonesia cuma 5 juta ton.
Dia baru tahu itu bohong saat memeriksa laporan impor negara lain. Negara tsb impor tambang tsb dari Indonesia sebesar 20 juta ton. 4 x lipat selisihnya! 

Menkeu Agus Martowardojo juga menyatakan bahwa ada ilegal ekspor tambang. Penambang asing cuma mengaku mengekspor 5 juta ton hasil tambang. Sementara data impor tambang tersebut di luar negeri dari Indonesia mencapai 20 juta ton:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/22/10264265/Ini.Alasan.Pemerintah.Beli.Saham.Newmont

Selasa, 16 Juli 2013

Penjajahan Gaya Baru

Investor Asing


Penjajahan dulu dengan kapal2 perang
Sekarang cukup dengan "INVESTOR ASING" yang membawa kertas yang mereka cetak jadi uang Dollar dengan membawa Bulldozer2 guna mengeruk kekayaan alam negara2 berkembang...
Walhasil, cuma dgn Kertas Dollar, kekayaan alam kita dikeruk, bumi, sungai, dan laut kita rusak. Itu pun cuma dibagi receh saja. Cuma bisa memakmurkan segelintir pejabat saja.

Rabu, 16 Mei 2012

Freeport: Awal Penjajahan Kompeni Baru di Indonesia





Sekarang banyak pejabat Indonesia dgn kedok globalisasi / mencari "Investor Asing" menjual kekayaan alam dan ekonomi Indonesia kepada para Kompeni baru di AS dan Eropa.
Kekayaan alam dan ekonomi Indonesia dikuasai "Investor Asing"/Kompeni. Segelintir rakyat Indonesia beruntung jadi kuli kontrak/karyawan.
Sementara mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan karena kekayaan alam sudah dikuasai asing begitu pula ekonominya.
Jangan pilih para pejabat yang selalu "mencari Investor Asing".




Senin, 16 April 2012

Penjajahan Kompeni Dulu vs Sekarang


Kejadian thd suku primitif macam aborigin, maori, dsb kok seperti terhadi pada Indonesia ya?
Kita diakui sbg pemilik negara Indonesia. Namun negara2 AS dan Eropa yg menguasai tanah beserta isinya di ladang2 minyak, gas, emas, perak, dsb. Akibatnya AS dan Eropa makmur sementara Indonesia miskin dan melarat. Kekayaan 3 perusahaan minyak AS seperti Chevron, Exxon, Conco saja yg beroperasi di Indonesia penerimaannya bisa RP 6000 trilyun lebih/tahun (Fortune).
Di manakah orang2 yg mengaku sbg Mujahid Islam untuk melawan hal ini?
Apa sebagian justru bersekutu dgn mereka?

Selasa, 01 Maret 2011

Khadafi Lawan Pemberontakan yang Didalangi AS?

[caption id="" align="alignleft" width="300" caption="Kapal Perang AS dekati Libya!"][/caption]

Dari status FB KH Muhammad Arifin Ilham:





SubhanAllah,tdk ada mencampakkan siapapun, majlis juga bersedih dg keadaan ini,& trus berdoa u ayahanda Muammar, umat Islam yg wafat di Libya & seluruh keberadaan kaum muslimin di dunia ini.InsyaAllah nilai Amal jariyyah disisi ALLAH trus mengalir.Kputusan musyawah u kemaslahatan umat & kbrlangsungn harakah dakwah.Krn itulah kita tetap bekerjasama dg Lemb

http://www.facebook.com/home.php#!/kh.muhammad.arifin.ilham/posts/10150150578829739


Sebelumnya, seorang Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Libya juga membantah pemberitaan di tanah air yang memojokkan Khadafi. Menurutnya, demo tsb memang didalangi AS. Baik demonstran mau pun "media" memang sudah disiapkan AS sehingga misinformasi menyebar ke mana-mana (padahal di surat Al Hujuraat ayat 6 kita diminta berhati-hati dalam menerima informasi).


Jumat, 25 Februari 2011

Royalti Emas dan Perak Papua: Freeport 99%, Indonesia 1%!



Bagaimana mungkin Indonesia bisa kaya jika kekayaan alamnya justru dikuasai oleh perusahaan-perusahaan dari Amerika Serikat? Jadinya AS kaya, Indonesia miskin.

Dari Emas dan Perak di Papua, Freeport cuma memberi Indonesia royalti 1%. Freeport dapat 99%!

Padahal BUMN seperti ANTAM dan juga para pengusaha Indonesia bisa kok mengolahnya. Bahkan sebetulnya mayoritas pekerja di sana adalah putra Indonesia bahkan hingga Presiden Direkturnya, Armando Mahler!

Jika Indonesia mandiri mengelola kekayaannya, rakyat Indonesia bisa lebih makmur minimal 5 kali lipat daripada sekarang.

Jumat, 18 Juni 2010

AS dan ADB Proyek Listrik Indonesia, TDL Naik?

Rencana Kenaikan tarif listrik sekitar 18% di bulan Juni ini terkesan pro rakyat kecil. Karena yang naik cuma 1300 watt ke atas. Untuk 450 dan 900 watt tetap. Sayangnya tidak demikian.


Pertama, tidak jarang rakyat sulit mendapat listrik 450 watt. Alasannya “kosong”/”habis”. Sulit dipercaya, tapi demikian adanya. Sehingga rakyat beli dengan daya lebih besar.


Kamis, 19 November 2009

Hentikan Menjual BUMN Strategis kepada Asing

Hentikan Menjual BUMN Strategis kepada Asing


Selasa, 11 Agustus 2009 | 14:44 WIB


MEDAN, KOMPAS.com — Ekonom dari Indonesia Bangkit, Hendri Saparini, menyarankan agar pemerintah tidak menjual badan usaha milik negara (BUMN) yang bersifat strategis kepada asing, apalagi yang jelas-jelas telah memberikan keuntungan.


"Kalau BUMN kateringan misalnya hotel, bolehlah dikuasai asing, tapi yang bersifat strategis, seperti penerbangan, minyak, dan gas serta lainnya hendaknya tetap dipertahankan," katanya di Medan, Selasa (11/8).


Senin, 29 Juni 2009

Selama Kekayaan Alam Dirampok Asing Indonesia Akan Terus Miskin

Ladang Minyak dan Gas Indonesia Dikuasai Asing
Ladang Minyak dan Gas Indonesia Dikuasai Asing
Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh sehingga lebih dari 150 orang tewas di tahun 2008-2009?


Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?

Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin?

Kamis, 18 Juni 2009

Diskusi dengan Faisal Basri tentang Neoliberalisme dan Privatisasi

Berikut adalah diskusi saya dengan pak Faisal Basri di milis Forum Pembaca Kompas tentang Neoliberalisme dan Privatisasi:



Terimakasih pak Faisal Basri atas tanggapannya



"Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat" [UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3)]



Minggu, 24 Mei 2009

Apa itu Neoliberalisme?


Saat ini ramai diberitakan bahwa Capres “X” atau Cawapres “Y” adalah Neoliberalis atau Antek Asing sementara pihak yang tertuduh atau simpatisannya membelanya. Istilah “Neoliberalis” jadi populer sekarang.



Tapi masih banyak orang yang tidak tahu “Apa sih Neoliberalis itu?” Oleh karena itu saya akan mencoba menjelaskannya sesederhana mungkin sehingga orang awam bisa memahaminya.



Selasa, 17 Maret 2009

Memperkuat Rupiah dengan Koin Emas Rupiah


Mata Uang RupiahTanpa Mata Uang yang kuat, Indonesia akan terus kena krisis keuangan dan seluruh rakyat Indonesia akan terus termiskinkan. Tahun 1946 1 US$ hanya Rp 1,88. Sedang sekarang 1 US$ 12.000. Jadi nilai rupiah turun hingga 6.000 kali lipat lebih (600.000%!).




Solusinya menurut saya RP harus kuat. Bisa saja pemerintah mengeluarkan Koin Rupiah Emas seberat 4 gram 22 karat (nilainya mungkin sekarang Rp 1,4 juta. Pemerintah bisa saja mengeluarkan uang rupiah persis seperti sekarang. Namun dipatok ke rupiah emas. Misalnya Rp 100.000 = 0,1 Rp Emas., Rp 50.000=0,05 Rp Emas, dan seterusnya UMR bisa dipatok 1 koin rupiah emas, jadi tiap tahun buruh tidak perlu demo karena gaji mereka otomatis naik mengikuti emas.


Parpol dgn Ekonomi Rakyat VS Kapitalis Neoliberalis - Gerindra Ajukan Sosialisme


Terlepas dari Prabowo yang orangnya mungkin agak emosional, namun boleh dikata Gerindra memang mengusung ekonomi rakyat yang mengandalkan kemandirian Indonesia.



Saat ini parpol di Indonesia seperti Golkar, PD, PDIP itu mengusung sistem Kapitalis/Neoliberalis. Sistem ini mengandalkan Bursa Saham yang menurut Prabowo tak lebih dari tempat perjudian kelas kakap. Kemudian sistem Ekonomi Pengemis yang mengandalkan datangnya "Investor Asing" yang tak lebih dari spekulan saham/valas yang begitu krisis langsung kembali ke negaranya. Sistem ini juga mengandalkan "Privatisasi" berikut penyerahan kekayaan alam Indonesia ke perusahaan2 asing.



Kamis, 15 Januari 2009

Arab Saudi dan Venezuela Nasionalisasi Perusahaan Minyak. Kapan Indonesia?


Di Ensiklopedi MS Encarta dengan topik “Saudi Arabia” dan “Venezuela” dijelaskan bahwa kedua negara tersebut Menasionalisasi perusahaan minyak yang ada di sana. Pengambil-alihan perusahaan ARAMCO (Arabian American Oil Company) oleh pemerintah Saudi terbukti meningkatkan pendapatan negara sangat besar. Begitu pula Venezuela. Padahal SDM di kedua negara tersebut sangat terbatas. Arab Saudi bahkan kerap meminta tenaga kerja dan juga tenaga ahli ke Indonesia.



Nah kapan pemerintah Indonesia punya nyali untuk mandiri dan menasionalisasi perusahaan Migas yang ada di negara ini? Pendapatan Migas lebih dari RP 300 trilyun/tahun harusnya cukup untuk itu.


Senin, 04 Agustus 2008

GD dan Amien Rais Deklarasikan Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPKN)

Gus Dur dan Amien Rais 'Join' Selamatkan Kekayaan Negara


Muhammad Nur Hayid - detikNews



Detik.com. Jakarta, Senin, 28/07/2008 - Sejumlah tokoh nasional mendeklarasikan Komite Penyelamatan Kekayaan Negara (KPKN). Mereka bertujuan menyelamatkan kekayaan negara yang dinilai salah urus. Tampak Amien Rais, Abdurahman Wahid, dan Hidayat Nur Wahid, dalam pertemuan itu.



Senin, 28 Juli 2008

Download File Presentasi Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila Gratis

IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan


Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000



11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan


FAO, MS Encarta 2006



Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.


Selasa, 01 Juli 2008

Amerikanisasi BBM

Revrisond Baswir


Indonesia tampaknya benar-benar sedang menjadi sasaran empuk campur tangan Amerika. Ibarat adonan roti, melalui beberapa lembaga keuangan dan pendanaan internasional yang secara langsung dan tidak langsung berada di bawah kekuasaannya, Indonesia kini seperti sedang diremas-remas oleh Amerika untuk dibentuk menjadi donat atau roti keju.



Simak misalnya keributan di seputar kenaikan harga BBM yang terjadi belakangan. Jika ditelusuri ke belakang, boleh dikatakan hampir pada semua aspek perumusan kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM ini, sarat dengan campur tangan Amerika.


Rabu, 25 Juni 2008

USAID Buat Draft UU MIGAS 2000: Indonesia Dijajah AS?

Berikut adalah dokumen USAID (United States Agency for International Development, Lembaga Pemerintah AS) tentang “Penguatan Pengaturan Bidang Energi” di Indonesia yang menunjukkan campur tangan pemerintah AS mengenai sektor energi Indonesia.


Sekitar 90% migas Indonesia “dikelola” oleh perusahaan Multi National Companye (MNC) seperti Exxon Mobil, Chevron, Halliburtons, Unocal, yang mayoritas berasal dari AS. Dari “kerjasama tersebut” MNC dari AS mendapat keuntungan yang sangat besar melebihi dari kontrak bisnis yang wajar. Sebagai contoh jika ongkos pompa minyak (tidak termasuk pengilangan dan distribusi ke SPBU) yang wajar hanya sekitar US$ 4/barrel (Rp 231/liter), maka MNC mengeruk keuntungan hingga US$ 50/barrel atau lebih dari 12 kali lipat. Jika dikalikan dengan 365 juta barrel/tahun maka keuntungan lebih MNC tersebut adalah Rp 154,5 trilyun.


Rabu, 18 Juni 2008

Download Revisi File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” dan Penjajahan Kompeni


Secara matematis memang dengan jumlah konsumsi minyak 1,2 juta bph (barrel/hari), produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dengan biaya produksi US$ 15/barrel, harga jual US$ 77/barrel dan harga minyak Internasional US$ 125/barrel Indonesia harusnya untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun/tahun(1 barrel=159 liter dan 1 US$ = Rp 9.200). Anda juga bisa menghitung sendiri dengan spreadsheet/kalkulator anda.



Tapi pernyataan rugi pemerintah bisa jadi satu kebenaran/bukan kebohongan karena “Cost Recovery” tahun 2008 untuk produksi sekitar 1 juta bph besarnya menurut LMND Rp 74 trilyun ditambah bagi hasil 15%. Deputi Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Dodi Hidayat mengungkapkan bahwa bagi hasil berikut cost recovery bisa mencapai 60:40.