Angsa Bertelur Emas
Selasa, 09 September 2014
Jual BUMN Seperti Jual Angsa Bertelur Emas
Angsa Bertelur Emas
Selasa, 26 Agustus 2014
Pertamina Sumbang Rp 78 trilyun ke Negara tahun 2013
Senin, 17 Maret 2014
Sepeda-sepeda Bagus Buatan Indonesia
Rabu, 27 November 2013
Dahlan Iskan Sarankan BUMN Dijual
Selasa, 12 November 2013
1 Busway Cina Rp 4 Milyar?
Sabtu, 09 November 2013
Dahlan Restui Bandara dan Pelabuhan Dibuka 100% ke Asing
Kamis, 31 Oktober 2013
TNI Latihan Perang di Indonesia Minta Izin ke Singapura?
Bagaimana mungkin negara kecil seperti Singapura menguasai wilayah udara Indonesia?
Latihan perang di negeri sendiri saja harus minta izin ke Singapura.
Di mana kedaulatan Indonesia?
Kamis, 17 Oktober 2013
Kementerian BUMN Beli Pabrik-Pabrik di Luar Negeri?
Rabu, 09 Oktober 2013
Indonesia Sulit Bangun Kilang Minyak Karena Kalah dgn Mafia Minyak?
Kamis, 26 September 2013
Made in Indonesia Tapi Kuli di Negeri Sendiri? Tidak!
![]() |
| Pesawat N250 buatan IPTN |
Selasa, 24 September 2013
Jokowi: Indonesia Harus Mandiri. Tingkatkan Produksi Dalam Negeri
Kamis, 05 September 2013
Kenapa Bis di Jakarta Banyak yang Rusak dan Terbakar?
Sabtu, 22 Juni 2013
Luas Indonesia dan Produksi Minyak Indonesia yang Minim
Indonesia itu luasnya sekitar 7 juta km2 (2 juta m2 daratan dan 5 juta km2 laut). Kok produksnya minyaknya susut dari 1,5 juta bph di zaman Soeharto jadi tinggal 982.900 bph (0,98 juta bph)?
Tak beda jauh dengan Malaysia 693.700 bph dan Brunei 146.000 bph.
Luas Malaysia yg 329.000 km2 itu 1/19 luas Indonesia. Indonesia 19x lebih luas, tapi produksinya cuma sekitar 1,3 x dari Malaysia. Harusnya minimal 3x lipat atau sekitar 2 juta bph.
Pemerintah Malaysia dan Brunei benar2 mengontrol produksi minyak mereka. Jadi tidak menyerahkan begitu saja ke pihak asing.
Apa penurunan produksi minyak Indonesia dari 1,5 juta bph jadi 0,8 juta bph (ini data terbaru dari Media) tidak menimbulkan tanda tanya di pejabat kita?
Apa produksi minyak Indonesia yg tak beda jauh sementara luas Indonesia 19x lipat dari Malaysia tidak janggal di pikiran mereka? Padahal secara geografis, Indonesia dan Malaysia tak beda jauh.
Jumat, 21 Juni 2013
Pemerintah Minta Rakyat Mandiri? Pemerintah Sudah Mandiri?
Pemerintah meminta Rakyat Mandiri tanpa Subsidi?
Bagaimana dgn Pemerintah? Apa Pemerintah sudah Mandiri?
Dengan Uang Belanja (APBN) Rp 1500 Trilyun, ternyata hutang pemerintah adalah Rp 2000 Trilyun yg sebagian berasal dari ASING.
90% tambang Indonesia, diserahkan pemerintah kepada perusahaan ASING.
Lebih separuh dari Bank NASIONAL dikuasai Asing.
Lantas apa para pejabat kita sudah mandiri?
Senin, 18 Maret 2013
Berkurangnya Lahan Pangan Indonesia dan Meningkatnya Lahan Perkebunan Kelapa Sawit
Dari 252 negara, Indonesia adalah negara ke 15 paling luas di dunia dengan luas 1,9 juta km2. Atau 190 juta hektar.
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/rankorder/2147rank.html
Jika 100 juta petani Indonesia dan keluarganya diberi lahan 1 ha saja, maka masih tersisa 90 juta ha tanah. Ini bisa menghasilkan 600 juta ton beras (kalau semua ditanam beras). Padahal konsumsi beras Indonesia cuma 34 juta ton beras/tahun. Artinya Indonesia bisa ditanami berbagai tanaman hingga berswadaya. Apalagi tanaman seperti bawang itu kan konsumsinya tidak sebanyak beras. Untuk 100 gram beras, paling cuma butuh 5 gram bawang putih atau hanya 1/20 saja.
Minggu, 30 Desember 2012
Mau Dollar? Kami Tinggal Cetak dari Kertas!
How to Make Dollars from Papers
Mau dollar?
Serahkan tambang emas, perak, migas dsb milik anda kepada kami "Investor Asing".
Kami tinggal mencetak dollar tsb dari kertas sebanyak yang kami mau...:)
Ketimbang mengharap kertas tsb dgn menggadaikan kekayaan alam dan ekonomi Indonesia, ada baiknya Indonesia mengelola sendiri SDA dan memenuhi kebutuhan rakyatnya secara mandiri.
Sehingga tidak terjajah secara ekonomi dan tersingkirkan.
Rabu, 31 Oktober 2012
Petisi Blok Mahakam: Rebut Migas Indonesia dari Asing!
Kalau ingin Indonesia mandiri mengelola Migas khususnya Blok Mahakam, mohon klik link di bawah dan sebarkan ke yang lain. Kalau ada yg punya teman di posisi menentukan lebih baik lagi....
Selasa, 28 Februari 2012
Ayo Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing!
Ayo Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing!
Hasil migas Indonesia yg 90% lebih dikuasai perusahaan asing tak bisa mensejahterakan rakyat Indonesia karena mayoritas dinikmati asing. Bahkan rakyat harus beli BBM dgn harga mahal dan sering antri karena BBM langka.
Jangan biarkan rakyat Indonesia seperti Ayam yang mati kelaparan di Lumbung Padi.
Para pejabat yang mapan atau pun ekonom Neolib yang dapat uang kucuran minyak dari perusahaan-perusahaan minyak asing tak dapat diharapkan. Namun saya berharap para pemuda bisa bergerak memaksa para pemimpin agar Indonesia merdeka mengelola kekayaan alamnya sendiri sehingga rakyat Indonesia bisa makmur sejahtera. Para pemuda yang dulu berhasil memaksa Soekarno untuk memproklamasikan Kemerdekaan RI, insya Allah juga bisa melakukan lagi sekarang agar Indonesia bisa merdeka secara penuh.
Yang setuju dengan ide ini, sebarkan ke yang lain sebanyak-banyaknya!
Minggu, 10 Juli 2011
Iran: Embargo Membawa Mandiri/Swasembada
Di atas pesawat tempur Saeqeh buatan Iran
Kalau dulu ada buku "Sengsara Membawa Nikmat", maka embargo yang diterapkan AS dan sekutunya terhadap Iran justru membuat Iran bisa berswasembada dengan memproduksi sendiri kebutuhan mereka. Bahkan mereka siap mengekspor produk yang semula diembargo AS tersebut.
Sebaliknya Indonesia yang sering membeli produk-produk luar ketimbang membuat sendiri, akhirnya harus membeli produk-produk tersebut dengan harga 3-4 x lipat lebih mahal dibanding membuat sendiri. Ini pun jika diembargo, produk-produk tersebut tidak bisa berjalan karena tidak ada suku cadangnya.
Kamis, 30 Juni 2011
Arab Saudi Kaya Karena Mandiri Mengelola Minyaknya
Terlepas dari ketidak-adilan pemerintah Arab Saudi thd TKW kita, namun ada hal positif yg patut ditiru sehingga rakyat Arab Saudi bisa hidup makmur dan juga menyediakan lapangan kerja bagi jutaan warga asing. Di bawah adalah sharing dari seorang Project Manager Indonesia yang sekarang tengah bekerja di Arab Saudi.
Mungkin ada antek2 AS yg ingin mempertahankan status quo kemiskinan di Indonesia dgn beralasan bahwa jumlah penduduk Arab Saudi sedikit (26 juta), dsb. Tapi pernyataan itu cuma untuk melanggengkan penjajahan ekonomi AS dan kemiskinan di Indonesia. Sebab tahun 1970-an Arab Saudi juga miskin saat perusahaan AS ARAMCO mengelola minyak mereka. Sebagian besar minyak Arab jatuh ke ARAMCO sehingga Arab tetap miskin. Setelah dinasionalisasi Raja Arab, Faisal, baru Saudi Arabia bisa kaya karena hasil minyak mereka tidak lagi dirampok perusahaan AS tsb.









