Tampilkan postingan dengan label Kemandirian Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemandirian Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2014

Jual BUMN Seperti Jual Angsa Bertelur Emas


Angsa Bertelur Emas
Mental Preman dan Makelar. Jika sudah habis yang dijual, apalagi yg mau mereka jual?
Ibarat menjual angsa petelur emas. Jika sebelumnya tiap hari dapat emas, begitu dijual mereka dan bangsa Indonesia tidak dapat lagi.
Zaman dulu ada cerita seorang petani yang mempunyai angsa yang bertelur emas. Setiap hari dia dapat telur emas seberat 1 kg sehingga hidupnya makmur.
Sampai ada seorang kaya yang menawarkannya 300 kg emas untuk membeli angsa emas tersebut. Melihat jumlah emas yang banyak, petani tersebut tergiur sehingga menjualnya. Ternyata setelah 300 hari emasnya pun sudah habis. Dan dia akhirnya jatuh miskin karena tidak ada lagi angsa emas yang memberikan dia telur emas setiap hari.

Selasa, 26 Agustus 2014

Pertamina Sumbang Rp 78 trilyun ke Negara tahun 2013


Pertamina hanya menguasai 10% ladang minyak. Pertamina menyumbang Rp 78 trilyun ke negara pada tahun 2013 kemarin.
Harusnya perusahaan asing yang menguasai 90% ladang minyak menyumbang sebesar Rp 700 Trilyun dari hasil minyak Indonesia.

Hebatnya lagi, saat perusahaan minyak asing produksinya turun dari 1,4 juta bph tinggal 0,8 juta bph, produksi minyak Pertamina justru naik. Bahkan jika blok Cepu diberikan kepada Pertamina (bukan Exxon), niscaya produksi minyak pertamina melonjak tinggi.

Senin, 17 Maret 2014

Sepeda-sepeda Bagus Buatan Indonesia


Ini adalah sepeda-sepeda bagus buatan Indonesia. Bodinya kokoh dan tak gampang berkarat. Serta tidak mudah rusak.
Sepeda di atas adalah Sepeda Lipat Folding Bike Quest 26 dari United. Ukuran roda 26 inci, memakai suspensi depan dan belakang, serta roda gigi 26 kecepatan dari Shimano. Sepeda lipat, tapi tidak terlihat seperti sepeda lipat biasa yang mirip sepeda sirkus...

Rabu, 27 November 2013

Dahlan Iskan Sarankan BUMN Dijual


AS yang paling liberal saja masih punya BUMN seperti AMTRAK. Inggris juga punya BUMN bahkan menasionalisasi kembali sebagian BUMN yang sempat dijual di zaman Thatcher misalnya British Broadcasting Corporation. 
Pernyataan Dahlan Iskan bahwa AS dan Inggris tidak punya BUMN adalah keliru. Ini adalah BUMN AS:

Selasa, 12 November 2013

1 Busway Cina Rp 4 Milyar?


Kalau 1 Bus Cina harganya Rp 3-4 milyar, kenapa tidak membuat di dalam negeri saja? Jika bikin sendiri, paling harganya cuma Rp 1-2 milyar saja.
Dengan membeli 310 unit Bis hanya untuk 1 pembelian, berarti Pemda DKI mengeluarkan uang Rp 1 Trilyun lebih. Jika pesan ke pabrikan lokal misalnya Pindad atau perusahaan mobil di sini / rakitan, paling tidak biayanya bisa ditekan jadi Rp 600 milyar saja sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Sabtu, 09 November 2013

Dahlan Restui Bandara dan Pelabuhan Dibuka 100% ke Asing

Privatisasi Bandara dan Pelabuhan
Bandara dan Pelabuhan Udara adalah pintu masuk asing ke Indonesia dan juga pintu keluar Indonesia ke luar negeri. Jika dikuasai 100% oleh asing, artinya pintu rumah kita dikuasai oleh orang lain. Di situ harusnya ada Imigrasi dan juga Bea Cukai yang memeriksa apakah paspor / visa seseorang yang masuk ke Indonesia memenuhi syarat. Apakah barang yang masuk bukan barang terlarang atau belum membayar pajak. Apakah barang yang keluar bukan barang yang amat berharga dan penting bagi rakyat Indonesia.
Jika Bandara dan Pelabuhan Udara 100% dikuasai asing, bisa2 asing memasukkan bom nuklir sekalian tentara ke Indonesia. Minimal mata-mata.

Kamis, 31 Oktober 2013

TNI Latihan Perang di Indonesia Minta Izin ke Singapura?


Bagaimana mungkin negara kecil seperti Singapura menguasai wilayah udara Indonesia?
Latihan perang di negeri sendiri saja harus minta izin ke Singapura.
Di mana kedaulatan Indonesia?

Kamis, 17 Oktober 2013

Kementerian BUMN Beli Pabrik-Pabrik di Luar Negeri?

Kalau dana yg dipakai cuma 20% dari dana kementerian BUMN guna membeli perusahaan2 asing yg ada di Vietnam, Australia, dsb buat belajar boleh saja. 
Tapi hendaknya yg 80% guna membeli perusahaan2 yg ada di Indonesia. Ini penting agar jangan sampai rakyat di Vietnam, Australia, dsb bisa bekerja, sementara rakyat Indonesia sendiri banyak yang nganggur karena tidak banyak perusahaan beroperasi di sini.

Rabu, 09 Oktober 2013

Indonesia Sulit Bangun Kilang Minyak Karena Kalah dgn Mafia Minyak?


Masak Indonesia kalah sama Mafia Minyak?
Akhirnya rakyat terus yang dikerjai dengan kenaikan harga BBM...
Indonesia akhirnya membeli minyak yang sudah disuling dari Singapura. Satu negeri yang jumlah penduduknya kurang dari 6 juta dan luas kurang dari 800 km2 serta tidak punya tambang minyak di dalam negerinya (kalau di Indonesia sih ada).
Indonesia setiap hari impor BBM dari Singapura dan Malaysia sebanyak 400 ribu barrel. Jika harga BBM US$ 100/barrel berarti US$ 40 juta/hari atau Rp 440 milyar/hari. Setahun Rp 158 trilyun lebih. Jika mereka mengambil untung 10% saja, berarti Rp 15 trilyun/tahun menguap ke Singapura dan Malaysia!

Kamis, 26 September 2013

Made in Indonesia Tapi Kuli di Negeri Sendiri? Tidak!

Pesawat N250 buatan IPTN

Ada sebagian pejabat yang cukup puas jika Made in Indonesia itu adalah pemilik pabrik asing yang membangun pabrik di Indonesia dan memproduksi barangnya di Indonesia. Itu sudah Made in Indonesia, katanya. Meski pemiliknya adalah asing dan orang2 Indonesia cuma jadi kuli belaka.
Tidak salah memang jika Made in Indonesia sekedar Dibuat di Indonesia.
Tapi alangkah baiknya bukan cuma Made in Indonesia. Tapi Made BY Indonesia dan OWNED by Indonesia!

Selasa, 24 September 2013

Jokowi: Indonesia Harus Mandiri. Tingkatkan Produksi Dalam Negeri


Dulu ada slogan: Berdikari. Berdiri di atas kaki sendiri. Jika Indonesia mandiri memproduksi sendiri barang-barang kebutuhannya, niscaya barang2 akan lebih murah. Harga mobil misalnya tak akan lebih dari US$ 3000 (Rp 32 juta). Bandingkan dengan sekarang yang Rp 120 juta. Ini karena pengusaha pabrik asing mengambil keuntungan besar.
Jika harga murah, masyarakat juga bisa berusaha dengan mudah. Seorang supir angkot misalnya bisa beli mobil dengan mudah. Atau petani di desa bisa beli mobil untuk mengangkut hasil pertaniannya.

Salah satu ajaran Bung Karno menurut Jokowi adalah konsep berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) di bidang ekonomi. Jika Berdikari dijalankan, Indonesia tidak akan kekurangan pangan. Tidak perlu impor dari luar negeri.

Kamis, 05 September 2013

Kenapa Bis di Jakarta Banyak yang Rusak dan Terbakar?

Kalau saya lihat karena produsennya abal-abal. Jadi mutu produknya pun tidak jelas. Dulu mobil bis dibuat oleh Mercy atau Hino. Dibuat oleh Eropa atau Jepang. Kalau sekarang dibuat oleh Cina atau Korea. Negara yang baru membuat mobil.
Mesinnya pun umumnya di belakang. Bukan di depan. Akibatnya mudah panas karena tidak mendapat cukup angin sebagai pendingin. Selain itu, jika terbakar dan berasap, sopir tidak bisa melihat karena letaknya ada di belakang. Jika mesin ada di depan dan berasap, tentu sopir dengan mudah bisa melihat dan menghentikan kendaraannya.

Sabtu, 22 Juni 2013

Luas Indonesia dan Produksi Minyak Indonesia yang Minim

Indonesia itu luasnya sekitar 7 juta km2 (2 juta m2 daratan dan 5 juta km2 laut). Kok produksnya minyaknya susut dari 1,5 juta bph di zaman Soeharto jadi tinggal 982.900 bph (0,98 juta bph)?
Tak beda jauh dengan Malaysia 693.700 bph dan Brunei 146.000 bph.
Luas Malaysia yg 329.000 km2 itu 1/19 luas Indonesia. Indonesia 19x lebih luas, tapi produksinya cuma sekitar 1,3 x dari Malaysia. Harusnya minimal 3x lipat atau sekitar 2 juta bph.
Pemerintah Malaysia dan Brunei benar2 mengontrol produksi minyak mereka. Jadi tidak menyerahkan begitu saja ke pihak asing.
Apa penurunan produksi minyak Indonesia dari 1,5 juta bph jadi 0,8 juta bph (ini data terbaru dari Media) tidak menimbulkan tanda tanya di pejabat kita?
Apa produksi minyak Indonesia yg tak beda jauh sementara luas Indonesia 19x lipat dari Malaysia tidak janggal di pikiran mereka? Padahal secara geografis, Indonesia dan Malaysia tak beda jauh.

Jumat, 21 Juni 2013

Pemerintah Minta Rakyat Mandiri? Pemerintah Sudah Mandiri?

Pemerintah meminta Rakyat Mandiri tanpa Subsidi?
Bagaimana dgn Pemerintah? Apa Pemerintah sudah Mandiri?
Dengan Uang Belanja (APBN) Rp 1500 Trilyun, ternyata hutang pemerintah adalah Rp 2000 Trilyun yg sebagian berasal dari ASING.
90% tambang Indonesia, diserahkan pemerintah kepada perusahaan ASING.
Lebih separuh dari Bank NASIONAL dikuasai Asing.
Lantas apa para pejabat kita sudah mandiri?

Senin, 18 Maret 2013

Berkurangnya Lahan Pangan Indonesia dan Meningkatnya Lahan Perkebunan Kelapa Sawit

Dari 252 negara, Indonesia adalah negara ke 15 paling luas di dunia dengan luas 1,9 juta km2. Atau 190 juta hektar.
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/rankorder/2147rank.html


Jika 100 juta petani Indonesia dan keluarganya diberi lahan 1 ha saja, maka masih tersisa 90 juta ha tanah. Ini bisa menghasilkan 600 juta ton beras (kalau semua ditanam beras). Padahal konsumsi beras Indonesia cuma 34 juta ton beras/tahun. Artinya Indonesia bisa ditanami berbagai tanaman hingga berswadaya. Apalagi tanaman seperti bawang itu kan konsumsinya tidak sebanyak beras. Untuk 100 gram beras, paling cuma butuh 5 gram bawang putih atau hanya 1/20 saja.

Minggu, 30 Desember 2012

Mau Dollar? Kami Tinggal Cetak dari Kertas!

How to Make Dollars from Papers
How to Make Dollars from Papers

Mau dollar?
Serahkan tambang emas, perak, migas dsb milik anda kepada kami "Investor Asing".
Kami tinggal mencetak dollar tsb dari kertas sebanyak yang kami mau...:)
Ketimbang mengharap kertas tsb dgn menggadaikan kekayaan alam dan ekonomi Indonesia, ada baiknya Indonesia mengelola sendiri SDA dan memenuhi kebutuhan rakyatnya secara mandiri.
Sehingga tidak terjajah secara ekonomi dan tersingkirkan.

Rabu, 31 Oktober 2012

Petisi Blok Mahakam: Rebut Migas Indonesia dari Asing!


Kalau ingin Indonesia mandiri mengelola Migas khususnya Blok Mahakam, mohon klik link di bawah dan sebarkan ke yang lain. Kalau ada yg punya teman di posisi menentukan lebih baik lagi....



Ini link untuk nyatakan dukungan:
http://satunegeri.com/dukung-petisi-blok-mahakam

Selasa, 28 Februari 2012

Ayo Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing!

Ayo Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing!
Hasil migas Indonesia yg 90% lebih dikuasai perusahaan asing tak bisa mensejahterakan rakyat Indonesia karena mayoritas dinikmati asing. Bahkan rakyat harus beli BBM dgn harga mahal dan sering antri karena BBM langka.
Jangan biarkan rakyat Indonesia seperti Ayam yang mati kelaparan di Lumbung Padi.
Para pejabat yang mapan atau pun ekonom Neolib yang dapat uang kucuran minyak dari perusahaan-perusahaan minyak asing tak dapat diharapkan. Namun saya berharap para pemuda bisa bergerak memaksa para pemimpin agar Indonesia merdeka mengelola kekayaan alamnya sendiri sehingga rakyat Indonesia bisa makmur sejahtera.  Para pemuda yang dulu berhasil memaksa Soekarno untuk memproklamasikan Kemerdekaan RI, insya Allah juga bisa melakukan lagi sekarang agar Indonesia bisa merdeka secara penuh.


Yang setuju dengan ide ini, sebarkan ke yang lain sebanyak-banyaknya!


Minggu, 10 Juli 2011

Iran: Embargo Membawa Mandiri/Swasembada

Pesawat tempur Republik Islam Iran Saeqeh


Di atas pesawat tempur Saeqeh buatan Iran


Kalau dulu ada buku "Sengsara Membawa Nikmat", maka embargo yang diterapkan AS dan sekutunya terhadap Iran justru membuat Iran bisa berswasembada dengan memproduksi sendiri kebutuhan mereka. Bahkan mereka siap mengekspor produk yang semula diembargo AS tersebut.


Sebaliknya Indonesia yang sering membeli produk-produk luar ketimbang membuat sendiri, akhirnya harus membeli produk-produk tersebut dengan harga 3-4 x lipat lebih mahal dibanding membuat sendiri. Ini pun jika diembargo, produk-produk tersebut tidak bisa berjalan karena tidak ada suku cadangnya.


Kamis, 30 Juni 2011

Arab Saudi Kaya Karena Mandiri Mengelola Minyaknya

Terlepas dari ketidak-adilan pemerintah Arab Saudi thd TKW kita, namun ada hal positif yg patut ditiru sehingga rakyat Arab Saudi bisa hidup makmur dan juga menyediakan lapangan kerja bagi jutaan warga asing. Di bawah adalah sharing dari seorang Project Manager Indonesia yang sekarang tengah bekerja di Arab Saudi.


Mungkin ada antek2 AS yg ingin mempertahankan status quo kemiskinan di Indonesia dgn beralasan bahwa jumlah penduduk Arab Saudi sedikit (26 juta), dsb. Tapi pernyataan itu cuma untuk melanggengkan penjajahan ekonomi AS dan kemiskinan di Indonesia. Sebab tahun 1970-an Arab Saudi juga miskin saat perusahaan AS ARAMCO mengelola minyak mereka. Sebagian besar minyak Arab jatuh ke ARAMCO sehingga Arab tetap miskin. Setelah dinasionalisasi Raja Arab, Faisal, baru Saudi Arabia bisa kaya karena hasil minyak mereka tidak lagi dirampok perusahaan AS tsb.