Tampilkan postingan dengan label Neoliberalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Neoliberalisme. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

Komersialisasi WC Umum?


Komersialisasi WC Umum 
Sepulang dari Cirebon, mampir dulu di WC Umum pom bensin Pertamina di dekat Indramayu / Cirebon. Biasanya sih WC Umum di Pom Bensin gratis. Tapi di situ tertulis Rp 2000 untuk buang air kecil.
Berhubung ada yang mau traktir, saya dan anak saya yg kedua segera ke bis.
Rupanya anak sulung saya disandera oleh penjaga WC Umum karena belum bayar. Saya bilang saja ke istri yg akan turun untuk ke WC umum untuk menyelesaikannya.

Jumat, 08 November 2013

Hancurnya Industri AS Akibat Upah Terlalu Tinggi


Pabrik Mobil yang Terlantar di Detroit
Di AS serba salah. UMR Rp 10 juta, karena harga barang mahal mereka tetap miskin. Sementara banyak pengangguran karena perusahan2 memindahkan pabrik mereka ke CIna, Vietnam, Thailand, dsb yg lebih murah upahnya. Jadi sulit pemerintah menaikan UMR lagi.

Ini akibat Globalisasi di mana barang dari luar bebas masuk ke dalam negeri tanpa hambatan apa pun seperti pajak atau kuota. Akibatnya usaha dalam negeri ambruk dan pengangguran merajalela. Sebelum sistem ekonominya dibenahi dulu, harus sabar. Jangan sampai Indonesia bernasib seperti AS.

Rabu, 05 Juni 2013

Gita Wirjawan: Indonesia Butuh Lebih Banyak Mal dan Supermarket. Jawab: Salah!

Gita Wiryawan


Gita Wirjawan: Indonesia Butuh Lebih Banyak Mal dan Supermarket


Jawab:


Salah.
Mal itu sewanya mahal. Rp 20 juta/bulan. Akibatnya harga2 barang jadi mahal. Rakyat yg menderita. Banyak toko2 tutup karena tak mampu membayar sewa. Contohnya lihat itu Blok M Square. Belum 2 tahun operasi sudah banyak toko yg tutup.
Sebaliknya Pasar Tradisional / PD Pasar Jaya itu murah. Pasar Tradisional, sewa tidak sampai Rp 500 ribu/bulan. Harga2 barang jadi murah. Dan rakyat pun senang harga jadi murah.

Kamis, 15 Desember 2011

Pemusatan Kekayaan pada Segelintir MNC = Pemiskinan Massal Warga Dunia?

Pemusatan Kekayaan = Pemerataan Kemiskinan




[youtube http://www.youtube.com/watch?v=5Gd8TFEmgSs?version=3&rel=1&fs=1&showsearch=0&showinfo=1&iv_load_policy=1&wmode=transparent]


Senin, 25 April 2011

Bank Dunia dan IMF Gunakan Isyu Korupsi untuk Jalankan Privatisasi dan Agenda Neolib Lainnya

Bank Dunia dan IMF kerap menggembar-gemborkan masalah korupsi dan perang terhadap korupsi di Indonesia. Sebetulnya itu hal yang bagus karena korupsi sangat merusak.


Namun sayangnya ada beberapa kejanggalan. Sepertinya Bank Dunia dan IMF menggunakan Korupsi sebagai "Kuda Troya" untuk memasukan Privatisasi dan Agenda Neoliberalisme lain ke Indonesia.


Dengan alasan pemerintah korup, maka BUMN-BUMN di Indonesia dipaksa untuk diprivatisasi. Dijual ke MNC-MNC Asing yang jadi rekanan Bank Dunia dan IMF. Sehingga bukan hanya BUMN-BUMN tersebut yang berpindah tangan dari bangsa Indonesia ke MNC Asing, namun juga kekayaan alam yang dikelola serta perekonomian Indonesia.


Rabu, 22 September 2010

Skandal Penipuan di Bursa Saham: Enron, Sarijaya, RINA, dsb

Berikut beberapa penipuan di Bursa Saham.  Skandal Kebangkrutan Enron perusahaan dengan revenue US$ 101 milyar (Rp 900 trilyun) membuat Perusahaan Akuntan Publik Arthur Andersen tutup karena membuat laporan keuangan palsu seolah-olah ENRON untung. Pemegang sahamnya rugi sampai US$ 74 milyar atau Rp 630 trilyun!


Sementara mantan pimpinan Bursa Saham NASDAQ, Bernard Madoff, menipu nasabahnya hingga US$ 50 milyar dengan cara membayar nasabah lama dengan uang nasabah baru. Gali lobang tutup Lobang.


Lehman Brothers bahkan bangkrut dengan meninggalkan hutang US$ 613 milyar atau sekitar Rp 5.400 trilyun lebih! 5 kali lipat dari APBN Indonesia!


Di Indonesia pun ada kasus Sarijaya Sekuritas yang pemilik dan Direkturnya dituduh menggelapkan uang nasabah hingga Rp 245 milyar.


Itulah akibat spekulasi di dunia saham dan sektor keuangan.


Silahkan lihat berbagai artikel tentang penipuan di Bursa Saham dari berbagai media:


Jumat, 18 Juni 2010

AS dan ADB Proyek Listrik Indonesia, TDL Naik?

Rencana Kenaikan tarif listrik sekitar 18% di bulan Juni ini terkesan pro rakyat kecil. Karena yang naik cuma 1300 watt ke atas. Untuk 450 dan 900 watt tetap. Sayangnya tidak demikian.


Pertama, tidak jarang rakyat sulit mendapat listrik 450 watt. Alasannya “kosong”/”habis”. Sulit dipercaya, tapi demikian adanya. Sehingga rakyat beli dengan daya lebih besar.


Kamis, 06 Mei 2010

Empat Langkah Strategi World Bank untuk Memperbudak Negara Berkembang

Dari komentar "JackManis" di Kaskus:


"Empat Langkah Strategi" World Bank untuk Memperbudak Negara Berkembang


Profesor Joseph Stiglitz, mantan Ketua Ekonom World Bank, dan mantan Ketua Penasehat Bill Clinton, mengakui di publik “Empat Langkah Strategi” World Bank untuk memperbudak negara demi keuntungan bankir.


Langkah Satu : Privatisasi. Pemimpin nasional akan ditawarkan 10% komisi untuk menjual aset-aset nasional. Uang akan disimpan dengan aman di rekening mereka di Swiss.


Senin, 07 Desember 2009

Pancasila dan Krisis Ekonomi: Menata Ulang Posisi Negara, Pasar, dan Rakyat dalam Kegiatan Perekonomian


Sistem Ekonomi Neoliberalisme yang dianut AS dan sejumlah negara seperti Indonesia akhirnya menyebabkan dunia kembali tenggelam dalam Krisis Keuangan Global. Meski para ekonom Neoliberalis menganggap bahwa krisis ini cuma sekedar "Kegagalan Pasar" (Market Failure) yang bisa dikoreksi dengan "Intervensi" Pemerintah, namun sebetulnya itu adalah cacat bawaan dari Sistem Ekonomi Neoliberalisme yang akan selalu terulang kembali.


Pemenang Nobel bidang Ekonomi, Joseph Stiglitz menyatakan bahwa dalam 20 tahun terakhir hingga tahun 2008 sudah terjadi 3 kali Krisis Keuangan. Akibat Krisis Keuangan Global, pemerintah AS harus mengucurkan US$ 700 milyar (sekitar Rp 7.000 trilyun) untuk menyelamatkan "Pasar." Untuk perusahaan AIG saja AS mengucurkan dana US$ 152,5 milyar. Indonesia sendiri dari tahun 1998 hingga 2008 sudah 2 kali mengalami krisis. Pada tahun 1998 pemerintah mengeluarkan dana sampai Rp 600 trilyun lewat KLBI dan BLBI. Jumlah yang melebihi APBN waktu itu.


Selasa, 25 Agustus 2009

Siapa Bilang Swasta Tidak Bisa Rugi atau Bangkrut?

MadoffBanyak orang berkata bahwa jika BUMN diprivatisasi jadi perusahaan Swasta, maka akan lebih baik. Karena Swasta menggunakan dananya sendiri, maka mereka jadi lebih hati-hati. Begitu alasannya.



Namun pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena kalau perusahaan tersebut menengah kecil, mungkin masih murni memakai uang sendiri. Tapi umumnya perusahaan swasta menengah atas, apalagi asetnya sudah sampai trilyunan rupiah lebih, hanya sebagian kecil yang menggunakan uang pribadi. Umumnya menggunakan dana pihak lain atau uang rakyat mulai dari sekedar pinjaman Bank, atau pun dengan menarik dana masyarakat dengan melempar saham di Bursa Saham.


Kamis, 18 Juni 2009

Diskusi dengan Faisal Basri tentang Neoliberalisme dan Privatisasi

Berikut adalah diskusi saya dengan pak Faisal Basri di milis Forum Pembaca Kompas tentang Neoliberalisme dan Privatisasi:



Terimakasih pak Faisal Basri atas tanggapannya



"Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat" [UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3)]



Kamis, 28 Mei 2009

Kritik untuk Chatib Basri: NEOLIBERALISME MEMANG ADA!

Wanita dan Anak-anak Berebut BLTIsyu Neoliberalisme sedang marak.


Faisal Basri, Chatib Basri menolak adanya Neoliberalisme. Sementara para ekonom Kerakyatan seperti Revrisond Baswir, Ichsanuddin Noorsy, Kwik Kian Gie, menuding adanya Neoliberalisme yang mendominasi pemerintahan.



Terlepas dari Capres “X” Neoliberalis atau tidak, mari kita lihat Neoliberalis itu seperti apa. Ini bukannya untuk menjatuhkan, karena Neoliberalisme saat ini seperti barang najis yang tidak seorang pun mau disebut Neoliberalis karena Neoliberalisme terbukti telah menyebabkan dunia jatuh dalam Krisis Global.


Minggu, 24 Mei 2009

Apa itu Neoliberalisme?


Saat ini ramai diberitakan bahwa Capres “X” atau Cawapres “Y” adalah Neoliberalis atau Antek Asing sementara pihak yang tertuduh atau simpatisannya membelanya. Istilah “Neoliberalis” jadi populer sekarang.



Tapi masih banyak orang yang tidak tahu “Apa sih Neoliberalis itu?” Oleh karena itu saya akan mencoba menjelaskannya sesederhana mungkin sehingga orang awam bisa memahaminya.



Senin, 28 Juli 2008

Download File Presentasi Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila Gratis

IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan


Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000



11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan


FAO, MS Encarta 2006



Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.