Senin, 31 Agustus 2015
Demo Buruh Tuntut Naikkan UMR?
Jumat, 17 April 2015
Menkeu: Tarif Pajak Penghasilan di Indonesia Terlalu Rendah
Selasa, 22 Januari 2013
Calon Presiden yang Ideal
Inilah Syarat-syarat Calon Presiden yang. Selain harus memiliki sifat Jujur, Adil, Amanah, dan Fathonah (Cerdas), serta Tabligh (Komunikatif), dia harus:
1. Nasionalisasi Perusahaan2 Tambang yang mengelola kekayaan alam negara karena tambang migas, emas, dsb itu adalah milik rakyat. Harus dinikmati sebesar2nya untuk kemakmuran rakyat. Tidak pantas Freeport menikmati 99% emas dan perak di Papua, sementara Indonesia sebagai pemilik cuma diberi 1% saja. Jika ini dilakukan, insya Allah Indonesia akan makmur karena ribuan trilyun rupiah per tahun akan dinikmati rakyat Indonesia. Perusahaan2 lain yang menguasai hajat hidup orang banyak dan strategis juga harus dikelola oleh negara. Agar seluruh rakyat bisa menikmatinya. Jika Swasta, mereka bisa mengenakan tarif tinggi dan sulit dikontrol. Swasta hanya boleh bergerak di luar itu sesuai UUD 45 Pasal 33.
Rabu, 03 Oktober 2012
Daftar Negara yang Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing
Inilah daftar negara yang menasionalisasi perusahaan minyak asing (Perusahaan AS, Inggris, Uni Soviet, dsb). Iran menasionalisasi perusahaan minyaknya lewat tekanan ulama dan rakyatnya. Arab Saudi menasionalisasi perusahaan minyak AS Aramco di tahun 1974 lewat Raja Faisal. Raja Faisal berhasil mengubah negara Arab Saudi yang di tahun 1970-an miskin, menjadi negara yang sangat makmur sekarang ini. Karena sejak dinasionalisasi, pendapatan minyak meningkat drastis sehingga bisa mendanai pembangunan secara masif.
Hugo Chavez berhasil menasionalisasi perusahaan migas di Venezuela. Meski Exxon menuntut US$ 12 Milyar atas asetnya, namun Lembaga Arbitrase Internasional memutuskan hanya US$ 907 juta yang harus dibayar. Artinya dengan produksi minyak Venezuela sekitar 3 juta bph, dengan harga minyak US$ 100/brl, aset Exxon itu sudah lunas dibayar dengan produksi minyak 10 hari saja. Evo Morales juga berhasil menasionalisasi perusahaan minyak di Bolivia.
Ada pun Norwegia, meski merupakan negara Liberal, tetap mengelola migas mereka melalui BUMN mereka sehingga 100% hasil migas dinikmati rakyat mereka. Bukan oleh segelintir pengusaha asing/swasta. Tak heran meski baru menemukan minyak di tahun 1970-an, mereka jauh lebih makmur ketimbang Indonesia yang sudah 100 tahun minyaknya dikeruk. Ini karena Norwegia mengeruk minyaknya sendiri. Sedang Indonesia, yang mengeruk 90% adalah perusahaan2 asing seperti Chevron, Exxon Mobil, Conoco, dsb.
Selasa, 28 Februari 2012
Ayo Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing!
Ayo Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing!
Hasil migas Indonesia yg 90% lebih dikuasai perusahaan asing tak bisa mensejahterakan rakyat Indonesia karena mayoritas dinikmati asing. Bahkan rakyat harus beli BBM dgn harga mahal dan sering antri karena BBM langka.
Jangan biarkan rakyat Indonesia seperti Ayam yang mati kelaparan di Lumbung Padi.
Para pejabat yang mapan atau pun ekonom Neolib yang dapat uang kucuran minyak dari perusahaan-perusahaan minyak asing tak dapat diharapkan. Namun saya berharap para pemuda bisa bergerak memaksa para pemimpin agar Indonesia merdeka mengelola kekayaan alamnya sendiri sehingga rakyat Indonesia bisa makmur sejahtera. Para pemuda yang dulu berhasil memaksa Soekarno untuk memproklamasikan Kemerdekaan RI, insya Allah juga bisa melakukan lagi sekarang agar Indonesia bisa merdeka secara penuh.
Yang setuju dengan ide ini, sebarkan ke yang lain sebanyak-banyaknya!
Kamis, 21 Juli 2011
Gerakan Hemat Energi + Tambah Daya Gratis PLN = Kebohongan Publik?
Listrik PLN sering byar-pet/padam dengan alasan PLN kekurangan uang untuk memberi energi yang cukup. Rakyat dihimbah hemat listrik dan pemadaman listrik bergilir dilakukan. Ujung-ujungnya juga sebenarnya ingin harganya naik.
Tapi aneh sekali, sekarang kok PLN menawari pemakai listrik 450 watt dan 900 watt untuk tambah daya ke 1300 watt dan 2200 watt gratis hingga akhir 2011?
Rabu, 20 April 2011
Inilah Produk Buatan Indonesia
Inilah produk-produk buatan Indonesia! Bukan cuma "Made IN", tapi juga "Made BY" dan "Owned" by Indonesia!
Produk-produk ini dibuat dan dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Jika kurang bagus, mahal, layanan kurang baik, dan sebagainya maka maklumilah. Itulah gunanya semangat kebangsaan/nasionalismenya. Jika ini dilakukan, anda memberi lapangan kerja yang cukup banyak bagi bangsa kita.
Anda juga memakmurkan bangsa karena uang anda tidak lari ke pihak asing/luar negeri. Patut anda ketahui, jika buatan Indonesia, meski Made In Indonesia, tapi jika pemilik pabrik/mereknya pihak asing, maka 70% lebih dari keuntungan lari ke mereka sebagai majikan/pemilik perusahaan. Bangsa kita cuma sekedar bangsa kuli.
Selasa, 18 Januari 2011
Kedubes AS Pusat Mata-mata Amerika Serikat?
Di bawah adalah berita berbagai negara seperti Swedia, Norwegia, dan Denmark yang menuduh Kedutaan Besar AS di negara-negara tersebut ternyata dipakai AS guna memata-matai penduduk negara tersebut yang dinilai membahayakan kepentingan AS.
Bahkan Menlu Lebanon memanggil Dubes AS di Beirut karena menduga adanya campur-tangan AS di Lebanon dengan mengadakan pertemuan langsung dengan politikus di sana.
Para Mahasiswa Iran sempat menyandera Kedubes AS selama 444 hari guna membungkam Kedubes AS agar tidak dapat melawan Revolusi Iran. Mahasiswa Iran menganggap Kedubes AS sudah jadi Pusat Komando untuk menjajah Iran. Mereka suap/danai para pejabat, politikus, tentara, ekonom, jurnalis, LSM untuk bekerja demi kepentingan AS.
Bagaimana dengan Kedubes AS di Indonesia?
Selasa, 23 November 2010
Cara Mencegah dan Menyembuhkan Penyakit Demam Berdarah Dengue
Penyakit Demam Berdarah Dengue banyak terjadi di Indonesia. Bahkan di ibukota Jakarta pun sering terjadi. Penyakit ini sangat mematikan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui penyebab, cara pencegahan, dan juga cara penyembuhannya.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegepty yang telah menggigit dan menghisap darah penderita DBD. Jika nyamuk ini menggigit anda, maka anda bisa tertular penyakit DBD. Ciri2 nyamuk ini adalah warna kaki dan badannya belan putih-hitam/bergaris-garis.
Kamis, 02 September 2010
"01-90": Tabung Gas LPG Kadaluarsa 20 Tahun Lalu?
Tanggal 1 September 2010 istri saya beli gas ukuran 12 kg. Anehnya tanggal 3 September 2010, saat saya coba memanaskan soto mie, ternyata apinya mati. Tekanan gasnya tidak ada. Kebetulan saya pakai Regulator BlackSSO yang punya pengukur tekanan gas, sehingga tahu jika tekanan gas ada atau tidak. Untungnya lagi regulator tersebut pakai 2 pengaman/kunci. Sehingga nyaris tidak terjadi kebocoran yang berakibat fatal. Alhamdulillah. *Sayangnya regulator BlackSSO tersebut cuma tahan 4 bulan. Kemudian rusak karena penahan lehernya yang dari plastik bergelombang. Di Republika ternyata termasuk 1 dari 19 regulator yang dilarang.
Saya copot dan pasang ulang regulatornya, tekanan gas kembali naik. Namun api kemudian padam lagi dan tekanan gas kembali hilang. Begitu saya ulangi sampai 3 x akhirnya berhasil menyala.
Senin, 10 Mei 2010
Suasana Pasar Tradisional
Kamis, 06 Mei 2010
Empat Langkah Strategi World Bank untuk Memperbudak Negara Berkembang
Dari komentar "JackManis" di Kaskus:
"Empat Langkah Strategi" World Bank untuk Memperbudak Negara Berkembang
Profesor Joseph Stiglitz, mantan Ketua Ekonom World Bank, dan mantan Ketua Penasehat Bill Clinton, mengakui di publik “Empat Langkah Strategi” World Bank untuk memperbudak negara demi keuntungan bankir.
Langkah Satu : Privatisasi. Pemimpin nasional akan ditawarkan 10% komisi untuk menjual aset-aset nasional. Uang akan disimpan dengan aman di rekening mereka di Swiss.
Selasa, 17 Maret 2009
Memperkuat Rupiah dengan Koin Emas Rupiah
Tanpa Mata Uang yang kuat, Indonesia akan terus kena krisis keuangan dan seluruh rakyat Indonesia akan terus termiskinkan. Tahun 1946 1 US$ hanya Rp 1,88. Sedang sekarang 1 US$ 12.000. Jadi nilai rupiah turun hingga 6.000 kali lipat lebih (600.000%!).
Solusinya menurut saya RP harus kuat. Bisa saja pemerintah mengeluarkan Koin Rupiah Emas seberat 4 gram 22 karat (nilainya mungkin sekarang Rp 1,4 juta. Pemerintah bisa saja mengeluarkan uang rupiah persis seperti sekarang. Namun dipatok ke rupiah emas. Misalnya Rp 100.000 = 0,1 Rp Emas., Rp 50.000=0,05 Rp Emas, dan seterusnya UMR bisa dipatok 1 koin rupiah emas, jadi tiap tahun buruh tidak perlu demo karena gaji mereka otomatis naik mengikuti emas.
Senin, 16 Februari 2009
Kenaikan Gaji PNS, Kenaikan Harga, dan Turunnya Daya Beli Rakyat
Rencana pemerintah untuk menaikan gaji PNS sebesar 15% sehingga jika tahun 2006 gaji terkecil Rp 1 juta, tahun 2007 jadi Rp 1,5 juta, maka tahun 2009 jadi Rp 2 juta.
Tentu saja para PNS akan bertambah makmur. Pemerintah berharap perekonomian jadi bergairah karenanya.
Namun kita harus ingat, setiap kenaikan gaji PNS akan berakibat pada naiknya harga kebutuhan rakyat/sembako. Tidak ada penjelasan ilmiyah untuk ini, tapi itu fakta sejarah yang terjadi berulangkali dan para pedagang di pasar sudah siap menaikkan harga barang seperti yang disiarkan beberapa stasiun TV. Ini akhirnya akan semakin menghancurkan daya beli rakyat.
Kamis, 15 Januari 2009
Arab Saudi dan Venezuela Nasionalisasi Perusahaan Minyak. Kapan Indonesia?
Di Ensiklopedi MS Encarta dengan topik “Saudi Arabia” dan “Venezuela” dijelaskan bahwa kedua negara tersebut Menasionalisasi perusahaan minyak yang ada di sana. Pengambil-alihan perusahaan ARAMCO (Arabian American Oil Company) oleh pemerintah Saudi terbukti meningkatkan pendapatan negara sangat besar. Begitu pula Venezuela. Padahal SDM di kedua negara tersebut sangat terbatas. Arab Saudi bahkan kerap meminta tenaga kerja dan juga tenaga ahli ke Indonesia.
Nah kapan pemerintah Indonesia punya nyali untuk mandiri dan menasionalisasi perusahaan Migas yang ada di negara ini? Pendapatan Migas lebih dari RP 300 trilyun/tahun harusnya cukup untuk itu.
Kamis, 20 November 2008
Air PAM Mahal? Ayo Pakai Jetpump!
Saya biasanya pakai pompa air Sanyo biasa dengan kedalaman pipa sampai 9 meter. Beberapa tahun lalu di musim kemarau selalu kering dan tidak keluar airnya. Jika sudah begitu terpaksa minta air ke tetangga.
Karena keseringan kering dan terlalu sering minta air ke tetangga, akhirnya malu juga dan terpaksa pasang air PAM. Pertama-tama sih tarifnya biasa-biasa saja, jadi tidak terlalu masalah.
Meski begitu, kualitas air PAM dibanding air tanah jauh beda. Kalau air tanah begitu jernih dan segar karena murni dari tanah, air PAM itu bau kaporit seperti di kolam renang dan sering keruh airnya. Jangankan untuk minum. Untuk mandi saja terasa bedanya. Air tanah jauh lebih segar dan nyaman (ini menurut pengalaman pribadi saya).
Senin, 10 November 2008
Ketika "PASAR" DISUBSIDI: US$ 152,5 Milyar untuk AIG
Pemerintah AS akhirnya mensubsidi perusahaan AIG sebesar US$ 152,5 Milyar (Rp 1.500 trilyun lebih) untuk menyelamatkannya dari kebangkrutan.
Pelaku Pasar yang biasanya menslogankan penghapusan subsidi untuk rakyat kecil seperti penghapusan Subsidi BBM, Subsidi Minyak Tanah, dsb, ternyata justru mengemis-ngemis minta subsidi ketika kesulitan. Padahal mereka bangkrut karena gaji dan bonus eksekutifnya serta deviden ke pemiliknya yang sangat tinggi.
Harusnya RP 1.500 Trilyun itu untuk rakyat. Bukan untuk satu perusahaan macam AIG.
Senin, 04 Agustus 2008
Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya, Apa Makna Sebenarnya?
Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya, Apa Makna Sebenarnya?
oleh: Syahrituah Siregar
Headline BPost, 13 Mei 2008 yang berjudul Subsidi Bagi Orang Kaya Rp.300T mengangkat tema yang sering dijadikan propaganda pendukung pencabutan subsidi BBM disamping subsidi yang dibakar rakyat. Makna yang dibangun dengan ini adalah betapa sia-sianya nilai tersebut untuk dibagikan kepada kalangan mampu ditengah merebaknya kemiskinan dan pengangguran. Lebih lanjut dalam berita tersebut, Khrisnamurti, Deputi Menko Perekonomian menjelaskan sekitar 70 persen BBM bersubsidi yang nilainya Rp.250-300 triliun hanya dinikmati oleh 40 persen orang kaya. Setelah itu, kelas menengah menikmati 10 persen dan warga miskin hanya menikmati 7 persennya. Secara absolut subsidi untuk orang miskin hanya Rp 75 triliun.
Rabu, 02 Juli 2008
Survey tentang Penegak Hukum di Indonesia
Saat ini banyak kasus korupsi di negara kita yang penyelesaiannya tidak tuntas. Rekaman pembicaraan telpon antara para Jaksa dengan Artalyta semakin membuat kepercayaan masyarakat terhadap hukum jadi berkurang.
Masyarakat kita mengandalkan aparat hukum untuk menindak pelanggaran hukum yang terjadi. Tapi siapa yang menindak aparat hukum tersebut jika mereka salah dan justru memperdagangkan hukum?
Rabu, 18 Juni 2008
Download Revisi File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” dan Penjajahan Kompeni
Secara matematis memang dengan jumlah konsumsi minyak 1,2 juta bph (barrel/hari), produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dengan biaya produksi US$ 15/barrel, harga jual US$ 77/barrel dan harga minyak Internasional US$ 125/barrel Indonesia harusnya untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun/tahun(1 barrel=159 liter dan 1 US$ = Rp 9.200). Anda juga bisa menghitung sendiri dengan spreadsheet/kalkulator anda.
Tapi pernyataan rugi pemerintah bisa jadi satu kebenaran/bukan kebohongan karena “Cost Recovery” tahun 2008 untuk produksi sekitar 1 juta bph besarnya menurut LMND Rp 74 trilyun ditambah bagi hasil 15%. Deputi Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Dodi Hidayat mengungkapkan bahwa bagi hasil berikut cost recovery bisa mencapai 60:40.

