Rabu, 30 Oktober 2013
Belilah Dagangan Pedagang Asongan Meski Anda Tidak Butuh
Kamis, 15 Desember 2011
Cara Perusahaan Merampok Tanah Rakyat
Inilah cara perusahaan merampok tanah rakyat. Sebuah perusahaan (misalnya perkebunan/agrobisnis) bisa merampok ratusan ribu hektar tanah rakyat dengan mudah. Caranya dengan bantuan Pemda Setempat perusahaan tersebut bisa mendapatkan surat-surat Sertifikat Kepemilikan Tanah meski tidak membeli dari rakyat pemilik tanah tersebut. Sementara rakyat umumnya tidak punya surat tanah karena sertifikat itu mahal apalagi jika luas tanahnya berhektar-hektar.
Nanti aparat hukum yang tidak punya nurani akan membantu untuk menggusur rakyat tersebut. Pembantaian dilakukan jika perlu terhadap rakyat yang menolak digusur sebagaimana yang terjadi pada para petani di Mesuji Lampung.
Pemusatan Kekayaan pada Segelintir MNC = Pemiskinan Massal Warga Dunia?
Pemusatan Kekayaan = Pemerataan Kemiskinan
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=5Gd8TFEmgSs?version=3&rel=1&fs=1&showsearch=0&showinfo=1&iv_load_policy=1&wmode=transparent]
Selasa, 12 Juli 2011
Banyak Pekerjaan Tak Layak dan Unik di Indonesia
Sebetulnya di Indonesia itu sudah banyak pekerjaan yg mungkin tak layak yg tak ada di negara lain.
Contohnya tukang ganjel ban di tanjakan Nagrek Garut, tukang lap kaca mobil waktu hujan, ojek payung di waktu hujan, tukang parkir, tukang servis payung, Mr Cepek, tukang ojek, joki 3 in 1, Pengamen Bis Kota, dsb.
Indonesia harus punya pemimpin yg punya visi ke depan seperti Mahathir Mohammad atau BJ Habibie. Cuma mayoritas rakyat Indonesia itu sukanya pemimpin yang gagah, ganteng, dsb. Tidak peduli dgn otak, visi, dan misi pemimpinnya...:)
Kamis, 14 April 2011
Cermin Kemiskinan: Jual Bayi dan Tewas Berebut Lahan
Di bawah mungkin cermin dari kemiskinan. Sepasang suami istri muda yang mendapat bayi, terpaksa menjual bayinya karena tak punya uang untuk merawatnya.
Kemudian ada 2 keluarga yang berkelahi berebut lahan perkebunan sehingga satu orang tewas. Siapa bilang petani Indonesia malas? Mereka justru kekurangan atau tak punya tanah untuk bertani. Tanah 4.000 m2 bagi orang biasa mungkin luas. Namun bagi petani, idealnya satu keluarga punya 20.000 m2 kebun/sawah. Ini berbeda dengan pengusaha besar (dalam dan luar negeri) yang bisa menguasai ratusan ribu hektar tanah negara dengan mudah.
Selasa, 04 Januari 2011
Mati Karena Kemiskinan? Enam Bersaudara Meninggal Akibat Tiwul
Tak lama setelah Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan SBY gembar-gembor soal laju perekonomian Indonesia yang 6% dan jumlah kemiskinan yang berkurang jadi tinggal 31 juta, 6 bersaudara tewas akibat keracunan makan Tiwul.
Mereka makan Tiwul karena sudah tak mampu lagi beli nasi mengingat penghasilannya yang cuma Rp 150-200 ribu per minggu itu cuma bertahan 3-4 hari saja.
Dengan Garis Kemiskinan BPS yang cuma US$ 0,75/orang/hari (sementara Filipina US$ 1,5 dan Bank Dunia US$ 2), Pemerintah memang sedang menipu dirinya sendiri, rakyat, dan dunia. Jumlah orang miskin jadi cuma 31 juta. Padahal jika ditetapkan US$ 2/orang/hari, bisa jadi 120 juta lebih yang miskin...
Senin, 03 Januari 2011
Rakyat Indonesia Tambah Miskin 3-16%?
Meski menurut Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan SBY jumlah kemiskinan di Indonesia berkurang, namun saya ragu.
Dengan membandingkan kenaikan gaji buruh, besar inflasi, dan garis kemiskinan BPS dibanding dengan garis kemiskinan Bank Dunia dan juga negara-negara tetangga, ternyata jumlah kemiskinan di Indonesia sebenarnya bertambah. Namun karena BPS memperkecil garis kemiskinan hingga cuma US$ 0,75/hari/orang, maka kesannya jumlah rakyat Indonesia yang miskin cuma sedikit.
Senin, 09 November 2009
Puisi Negeri Para Bedebah dan Republik Mimpi Buruk
Mari kita berdoa dan berusaha agar Allah memberi kita pemimpin yang adil dan amanah yang hidup sederhana agar rakyatnya bisa makmur sejahtera.
Negeri Para Bedebah
Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Minggu, 11 Oktober 2009
Kenaikan Harga Penyebab Turunnya Nilai Rupiah dan Pemiskinan Massal
Berbagai kenaikan harga yang ditetapkan oleh pemerintah seperti kenaikan harga Elpiji, tarif Tol, Listrik, dan sebagainya akhirnya menyebabkan kenaikan harga barang lainnya seperti beras atau Sembako lainnya. Meski pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri, guru, polisi dan tentara, namun jumlah mereka cuma sekitar 5 juta atau kurang dari 2,5% dari jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 240 juta jiwa.
Paling banter hanya 20% rakyat yang menikmati kenaikan harga tersebut. Sisanya 80% rakyat Indonesia atau sekitar 200 juta orang justru makin menderita atau makin miskin karena penghasilan mereka tidak naik sebesar kenaikan harga barang-barang kebutuhan rakyat. Bahkan sebagian bisa terkena PHK karena perusahaan tidak lagi kuat menanggung biaya operasional yang semakin tinggi sementara daya beli rakyat justru menurun. Mayoritas rakyat Indonesia miskin hingga 11,5 juta di antaranya menderita busung lapar/kurang gizi.
Selasa, 06 Oktober 2009
Pejabat Boros dan Kemelaratan Rakyat
92 orang mati kelaparan di Yakuhimo Papua VS Rp 46 Milyar biaya Pelantikan anggota DPR
Sering pemerintah menaikkan berbagai tarif/harga kebutuhan masyarakat seperti BBM, Listrik, PAM, biaya pendidikan di PTN dan SMUN dengan dalih tidak punya cukup uang. Padahal pemerintah menerima pajak dari rakyat seperti PPN, PPH, PBB, STNK, dsb yang besarnya mencapai lebih dari 50% APBN!
Senin, 29 Juni 2009
Selama Kekayaan Alam Dirampok Asing Indonesia Akan Terus Miskin
Ladang Minyak dan Gas Indonesia Dikuasai Asing
Selasa, 17 Maret 2009
Memperkuat Rupiah dengan Koin Emas Rupiah
Tanpa Mata Uang yang kuat, Indonesia akan terus kena krisis keuangan dan seluruh rakyat Indonesia akan terus termiskinkan. Tahun 1946 1 US$ hanya Rp 1,88. Sedang sekarang 1 US$ 12.000. Jadi nilai rupiah turun hingga 6.000 kali lipat lebih (600.000%!).
Solusinya menurut saya RP harus kuat. Bisa saja pemerintah mengeluarkan Koin Rupiah Emas seberat 4 gram 22 karat (nilainya mungkin sekarang Rp 1,4 juta. Pemerintah bisa saja mengeluarkan uang rupiah persis seperti sekarang. Namun dipatok ke rupiah emas. Misalnya Rp 100.000 = 0,1 Rp Emas., Rp 50.000=0,05 Rp Emas, dan seterusnya UMR bisa dipatok 1 koin rupiah emas, jadi tiap tahun buruh tidak perlu demo karena gaji mereka otomatis naik mengikuti emas.
Parpol dgn Ekonomi Rakyat VS Kapitalis Neoliberalis - Gerindra Ajukan Sosialisme
Terlepas dari Prabowo yang orangnya mungkin agak emosional, namun boleh dikata Gerindra memang mengusung ekonomi rakyat yang mengandalkan kemandirian Indonesia.
Saat ini parpol di Indonesia seperti Golkar, PD, PDIP itu mengusung sistem Kapitalis/Neoliberalis. Sistem ini mengandalkan Bursa Saham yang menurut Prabowo tak lebih dari tempat perjudian kelas kakap. Kemudian sistem Ekonomi Pengemis yang mengandalkan datangnya "Investor Asing" yang tak lebih dari spekulan saham/valas yang begitu krisis langsung kembali ke negaranya. Sistem ini juga mengandalkan "Privatisasi" berikut penyerahan kekayaan alam Indonesia ke perusahaan2 asing.
Senin, 16 Februari 2009
Kenaikan Gaji PNS, Kenaikan Harga, dan Turunnya Daya Beli Rakyat
Rencana pemerintah untuk menaikan gaji PNS sebesar 15% sehingga jika tahun 2006 gaji terkecil Rp 1 juta, tahun 2007 jadi Rp 1,5 juta, maka tahun 2009 jadi Rp 2 juta.
Tentu saja para PNS akan bertambah makmur. Pemerintah berharap perekonomian jadi bergairah karenanya.
Namun kita harus ingat, setiap kenaikan gaji PNS akan berakibat pada naiknya harga kebutuhan rakyat/sembako. Tidak ada penjelasan ilmiyah untuk ini, tapi itu fakta sejarah yang terjadi berulangkali dan para pedagang di pasar sudah siap menaikkan harga barang seperti yang disiarkan beberapa stasiun TV. Ini akhirnya akan semakin menghancurkan daya beli rakyat.
Kamis, 07 Agustus 2008
Ibu dan Anak Tewas Usai Mencari Kayu Bakar
Tak mampu membeli gas dan minyak tanah yang harganya terus meroket, nyonya Sawiyah 48 tahun dan anak bungsunya tewas tenggelam di kolam bekas galian usai mencari kayu bakar.
Tak seperti pemerintah Venezuela yang tidak tunduk pada "Pasar" dan menjual bensin hanya Rp 460/liter pada rakyatnya, Pemerintah Indonesia tak mampu menahan kenaikan harga minyak tanah dan gas. Akibatnya harganya terus meroket sehingga sebagian ibu tidak mampu lagi memasak dengan minyak tanah dan gas. Mereka terpaksa harus mencari kayu bakar meski dengan resiko kematian.
Demi Sekolah Anak, Sawiyah Tewas
KOMPAS/IWAN SANTOSA, Jumat, 8 Agustus 2008 | 03:00 WIB
Nyonya Sawiyah (48 ) dan anak bungsunya tewas tenggelam di kolam bekas galian usai mencari kayu bakar, Rabu
Senin, 28 Juli 2008
Download File Presentasi Neoliberalisme Bertentangan dengan Islam dan Pancasila Gratis
IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan
Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000
11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan
FAO, MS Encarta 2006
Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.
Senin, 16 Juni 2008
Penyapu Jalan Tewas Kelaparan
Mungkin inilah korban pertama kenaikan harga BBM yang mati kelaparan dan diberitakan di media massa. Penghasilan RP 750 ribu per bulan yang harus dibagi untuk 5 anggota keluarga tentulah tidak cukup untuk wilayah kota Bogor.
Jelas mereka tidak mendapat BLT yang digembar-gemborkan pemerintah mencakup 19,1 juta keluarga. Banyak juga buruh yang tidak mendapat BLT.
Rabu, 28 Mei 2008
LIPI: Kenaikan BBM Picu Kriminalitas
Laporan wartawan Persda Network Hasanuddin Aco
Kompas.com, 28-5-2008 - Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) memperkirakan angka kriminalitas akan meningkat sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Kenaikan harga BBM hampir pasti akan menyebabkan semakin sempitnya lapangan kerja baru akibatkan pengangguran bertambah, dan yang jelas akan memicu angka kriminalitas," kata Peneliti P2E LIPI Dr Wijaya Adi di Jakarta, Rabu (28/5).
Kamis, 22 Mei 2008
Berdoa untuk yang Terbaik
Menghadapi krisis pangan, BBM, ekonomi, dsb, mari kita berdoa, berusaha, dan tawakkal kepada Allah SWT sehingga hal-hal di bawah tidak terjadi pada diri dan keluarga kita serta lingkungan terdekat kita. Semoga kita semua mendapat kebaikan di dunia dan di akhirat dan terhindar dari api neraka. Amiin.
http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2008030901125316
Lampung Post, Minggu, 9 Maret 2008
BURAS
Teori Domino Busung Lapar!
H.Bambang Eka Wijaya:
"SETELAH pekan lalu seorang ibu hamil dan balita putranya meninggal akibat kelaparan di Makassar, pekan ini disusul lima balita meninggal akibat busung lapar di Kabupaten Rote Ndao, NTT!" ujar Umar. "Lihat di running text, Pemkab-nya langsung menetapkan status peristiwa itu sebagai kejadian luar biasa busung lapar!" (Metro TV, 8-3).
"Salah-salah langkah itu bisa berkembang jadi gejala teori domino busung lapar! Satu kartu jatuh, disusul kartu-kartu lain ikut jatuh!" sambut Amir. "Pekan lalu di Makassar dua korban jatuh, pekan ini di Rote lima korban jatuh, selanjutnya entah di mana lagi yang menyusul jatuh korban!"
"Itu karena korban-korban yang mulai berjatuhan itu puncak gunung es, di bawahnya ada 5,1 juta balita bergizi buruk dengan 54 persen atau 2,6 juta jiwa terancam kematian seperti ditegaskan Dr. Yosep Hartadi (Buras, 3-3) dari FKUI!" timpal Umar.
Minggu, 18 Mei 2008
Faisal Basri Pro Pasar? - Terbelenggu Mitos Bahan Bakar Minyak
Sedih juga melihat Faisal Basri terkesan sangat pro Pasar. Lihat pernyataannya:
==
FB: Tak seorang pun bisa melawan hukum pasar.
==
Adakah kalau pasar sekarang dipermainkan spekulan pasar hingga minyak meroket dari US$ 20 jadi US$200 pemerintah harus diam saja dan mengikuti pasar sehingga rakyat harus beli premium sampai Rp 20 ribu/liter? Lihat di www.infoindonesia.wordpress.com bagaimana harga minyak meroket melebihi kewajaran akibat ulah spekulan.
