Saat kerusuhan di Jakarta terjadi, Wiranto justru sengaja pergi ke Malang untuk acara serah terima PPRC dari Divisi I ke Divisi II yg sebetulnya acara rutin yg bisa diwakilkan.
Wiranto mengajak komandan-komandan seperti Danjen kopasus, komandan Marinir, dll. Lebih mencurigakan lagi sebenarnya Prabowo sudah berulang kali menghubungi Wiranto untuk membatalkan kepergiannya. Wiranto menjawab “Show must goon”. Ini mirip dengan Soeharto tahu akan gerakan 30 September namun sengaja tidak melakukan tindakan apapun untuk mencegahnya. 8x Prabowo mencoba menelpon, tapi tidak diangkat Wiranto.
Saat Jakarta rusuh pun harusnya Wiranto tahu dan bisa segera kembali ke Jakarta kurang dari 2 jam dgn menggunakan pesawat Hercules, dsb. Namun Wiranto tidak melakukan itu. Membiarkan Prabowo yang cuma Pangkostrad untuk berhadapan dgn kerusuhan yang seperti direkayasa. Sbg Pangkostrad, Prabowo tidak punya akses ke Polri.