Minggu, 08 September 2013

Samad: Kita Ini Dibodohi Terus. 20 Ribu Trilyun/tahun dari Kekayaan Alam Indonesia

Ini baru Muslim sejati yg tak mau menyerahkan sesen pun uang Indonesia ke kaum kafir harbi seperti AS: Abraham Samad:
Dalam perhitungan KPK, potensi pendapatan negara sebesar Rp 7.200 triliun hilang setiap tahun karena penyelewengan tersebut. Bila ditotal, kata Samad, pajak dan royalti yang dibayarkan dari blok migas, batubara, dan nikel di setiap tahunnya dapat mencapai Rp 20.000 triliun. Namun, pendapatan sebesar itu tergerus karena pemerintah tidak tegas dalam regulasi dan kebijakan.
"Bila dibagi ke seluruh rakyat, maka pendapatan rakyat Indonesia per bulan bisa mencapai Rp 20 juta," ujarnya.
http://nasional.kompas.com/read/2013/09/07/1658214/Samad.Kita.Ini.Dibodohi.Terus.Impor.Itu.Bohong

Sekarang banyak orang, termasuk dari Partai Islam yg sekedar jadi antek AS. Diam saja melihat perusahaan2 AS merampok kekayaan alam Indonesia. Rela dapat komisi / CSR beberapa trilyun saja. Padahal Indonesia menurut KPK bisa mendapat Rp 20.000 trilyun/tahun.

Bandingkan dengan APBN kita yang cuma Rp 1.500 trilyun/tahun.

http://infozaman.blogspot.com/2009/06/selama-kekayaan-alam-dirampok-asing.html

Samad: Kita Ini Dibodohi Terus, Impor Itu Bohong
Penulis : Indra Akuntono Sabtu, 7 September 2013 | 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku prihatin dengan banyaknya potensi pemasukan negara yang hilang akibat kebijakan pemerintah yang tak jelas. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama dengan KPK bergerak secara progresif memberantas korupsi.
Saat memberikan materi di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Hotel Ecopark, Ancol, Jakarta, Sabtu (7/9/2013), Samad menyoroti kebijakan impor pangan yang ditempuh pemerintah. Dalam penelitian yang dilakukan KPK, banyak kebijakan impor yang tak perlu dilakukan karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang jauh dari sekadar cukup.
"Kita ini dibodoh-bodohi terus, impor-impor itu bohong karena KPK sudah memelajarinya," kata Samad.
Selain mengenai impor pangan yang tak jelas, Samad juga menyoroti lemahnya regulasi untuk melindungi sumber daya energi Indonesia. Ia mengatakan, dari 45 blok minyak dan gas (migas) yang saat ini beroperasi di Indonesia, sekitar 70 persen di antaranya dikuasai oleh kepemilikan asing. Kondisi semakin parah karena banyak pengusaha tambang di Indonesia yang tak membayar pajak dan royalti kepada negara.
Dalam perhitungan KPK, potensi pendapatan negara sebesar Rp 7.200 triliun hilang setiap tahun karena penyelewengan tersebut. Bila ditotal, kata Samad, pajak dan royalti yang dibayarkan dari blok migas, batubara, dan nikel di setiap tahunnya dapat mencapai Rp 20.000 triliun. Namun, pendapatan sebesar itu tergerus karena pemerintah tidak tegas dalam regulasi dan kebijakan.
"Bila dibagi ke seluruh rakyat, maka pendapatan rakyat Indonesia per bulan bisa mencapai Rp 20 juta," ujarnya.

2 komentar:

  1. masih banyak pejabat negara yang belum bersih

    http://nugrahenips.student.ipb.ac.id/

    BalasHapus
  2. bersihkan pakai pistol. setelah terbukti...

    BalasHapus